Fitrah Manusia Adalah Muslim Dan Hidup Dalam Aturan Islam
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ ٱللَّـهِ ٱلَّتِى فَطَرَ
ٱلنَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ ٱللَّـهِ ۚ ذٰلِكَ ٱلدِّينُ
ٱلْقَيِّمُ وَلٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah;
(tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.
Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi
kebanyakan manusia tidak mengetahui, (Q.S Ar Ruum (30):30﴿
مُنِيبِينَ إِلَيْهِ وَٱتَّقُوهُ
وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَلَا تَكُونُوا۟ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ
dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah
kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang
mempersekutukan Allah, (Q.S Ar Ruum (30):31﴿
مِنَ ٱلَّذِينَ فَرَّقُوا۟
دِينَهُمْ وَكَانُوا۟ شِيَعًا ۖ كُلُّ حِزْبٍۭ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ
yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan
mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa
yang ada pada golongan mereka. (Q.S Ar Ruum (30):32﴿
Telah menjadi fitrah bagi ikan untuk hidup di dalam air,
maka ketika ikan keluar dari fitrahnya ia akan menggelepar lalu kemudian
mati. Maka sudah menjadi ftrah bagi manusia terlahir sebagai muslim dan
hidup di dalam aturan Islam secara bersatu di dalam satu Jama'ah yang
diperintahkan oleh Allah dan RasulNya yaitu Jama'ah Muslimin dengan satu
pimpinan Imam atau Khalifah dan inilah yang disebut Al-Jama'ah.
Maka jika kaum muslimin keluar dari fitrahnya, mereka
akan ditimpa oleh malapetaka dan bencana serta terlepaslah mereka dari jalan
yang lurus dan menghadap Allah dalam keadaan tanpa ikatan Islam serta
menghadapi ancaman api neraka. Demikianlah nasib mereka yang meninggalkan
fitrahnya, seperti ikan yang keluar dari air. Hal ini telah Allah jelaskan
dalam firman-Nya :
إِنَّ
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَهَاجَرُوا۟ وَجٰهَدُوا۟ بِأَمْوٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِى
سَبِيلِ ٱللَّـهِ وَٱلَّذِينَ ءَاوَوا۟ وَّنَصَرُوٓا۟ أُو۟لٰٓئِكَ بَعْضُهُمْ
أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَلَمْ يُهَاجِرُوا۟ مَا لَكُم مِّن
وَلٰيَتِهِم مِّن شَىْءٍ حَتَّىٰ يُهَاجِرُوا۟ ۚ وَإِنِ ٱسْتَنصَرُوكُمْ فِى
ٱلدِّينِ فَعَلَيْكُمُ ٱلنَّصْرُ إِلَّا عَلَىٰ قَوْمٍۭ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُم
مِّيثٰقٌ ۗ وَٱللَّـهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta
berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang
memberikan tempat kediaman dan pertoIongan (kepada orang-orang muhajirin),
mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang
beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu
melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta
pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan
pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan
mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. ﴾Q.S Al Anfaal (8):72﴿
وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بَعْضُهُمْ
أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُن فِتْنَةٌ فِى ٱلْأَرْضِ وَفَسَادٌ
كَبِيرٌ
Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi
pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak
melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi
kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar. ﴾Q.S
Al Anfaal (8):73﴿
Seperti yang dijelaskan oleh Allah pada surah Al-Anfal
ayat ke 72 di atas, kaum muslimin pada masa Rasulullah shollallahu 'alaihi
wasallam hidup di dalam fitrah mereka di bawah kepemimpinan Rasulullah
shollallahu wasallam yang menunjukan bahwa mereka semua berada dalam satu
ikatan kepemimpinan dan itulah yang disebut Jama'ah Musllimin sehingga mereka
dapat saling tolong menolong diantara sesama mereka.
Maka saat ini, ketika kaum muslimin seluruhnya telah
berpecah belah di dalam agama dan hidup secara bergolong-golongan tanpa adanya
satu ikatan bae'at terhadap satu Imam atau Khalifah yang didengar dan ditaati
oleh seluruh muslimin dimanapun mereka berada, siapapun mereka dan apapun
bangsa dan bahasanya, sungguh mereka telah keluar dari fitrahnya sehingga
ahirnya malapetaka menimpa kepada muslimin seluruhnya, di manapun mereka berada
dan apapun bangsanya serta diperangi oleh orang-orang kafir yang telah bersatu
untuk memerangi kita semua sesuai dengan penjelasan pada surah Al-Anfal ayat ke
73 di atas, sebagaimana telah terjadi pada ahli kitab sebelumnya.
ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ ٱلذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوٓا۟ إِلَّا بِحَبْلٍ مِّنَ ٱللَّـهِ وَحَبْلٍ مِّنَ ٱلنَّاسِ وَبَآءُو بِغَضَبٍ مِّنَ ٱللَّـهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ ٱلْمَسْكَنَةُ ۚ ذٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا۟ يَكْفُرُونَ بِـَٔايٰتِ ٱللَّـهِ وَيَقْتُلُونَ ٱلْأَنۢبِيَآءَ بِغَيْرِ حَقٍّ ۚ ذٰلِكَ بِمَا عَصَوا۟ وَّكَانُوا۟ يَعْتَدُونَ
Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada,
kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian)
dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka
diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat
Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu
disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas.﴾Q.S
Ali Imran (3):112﴿
Hendaknya tiga ayat di atas benar-benar menjadi
peringatan yang keras bagi siapa saja yang merasa dirinya beriman dan takut
kepada Allah dengan sebenar-benarnya, agar kembali kepada fitrah sebagaimana
kita dilahirkan dalam keadaan yang suci lagi muslim.
Inilah Jalan Kembali Kepada Fitrah
Untuk dapat kembali kepada fitrah kita sebagaimana kita
dilahirkan, maka tidak ada pilihan lain kecuali kembali kepada Al-Jama'ah dan
meninggalkan setiap golongan yang tidak pernah ada pada masa Rasulullah
shollallahu 'alaihi wasallam dan tidak juga pada masa Khulafaur Rasyidin
Al-Mahdiyin serta tidak ada perintahnya dari Allah dan RasulNya.
Sesungguhnya setiap golongan yang tidak pernah ada pada
masa Rasulullah dan masa Khulafaur Rasyidin Al-Mahdiyin adalah bid'ah dan
setiap bid'ah pastilah tersesat (salah jalan) dan tidak akan pernah sampai
kepada apa yang semestinya mereka tuju yaitu surga. Dan tidaklah seruan kepada
golongan yang tidak ada perintahnya itu, kecuali ia hanya akan menjadi seruan
jahiliyah atau seruan yang menyeru ke pintu-pintu jahanam. Adapun golongan yang
diperintahkan oleh Allah dan RasulNya hanya satu saja yaitu Al-Jama'ah, sesuai
dengan penjelasan Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam berikut ini:
Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam, bersabda: “Aku
perintahkan kepada kamu sekalian (Muslimin) lima perkara, sebagaimana Allah
telah memerintahkan aku dengan lima perkara itu; bil-Jama’ah (dengan
Al-Jama’ah), wa bisam’i (dan dengan mendengar), wa
tho’at (dan taat), wal hijrah (dan hijrah), wal
jihad ( dan jihad fi sabilillah). Barang siapa yang keluar dari
Al-Jama’ah sekedar sejengkal saja, maka sungguh terlepas ikatan Islam dari
lehernya sampai dia kembali (kedalam Al-Jama’ah). Dan barang siapa yang menyeru
dengan seruan jahiliyyah, maka ia termasuk golongan orang yang bertekuk lutut
dalam neraka jahanam.” Para shahabat bertanya : “”Ya Rasulullah bagaimana jika
mereka tetap shaum dan shalat?” Rasul bersabda : “Sekalipun ia shaum dan sholat
dan mengaku dirinya muslim, maka panggilah oleh orang-orang muslim itu dengan
nama yang telah Allah berikan kepada mereka; “Al-Muslimin, Al-Mukminin, hamba-hamba
Allah ‘Azza wa Jalla".” (H.R. Ahmad Bin Hambal dari Haris Al-Asy’ari,
Musnad Ahmad : IV/202, At-Tirmidzi Sunan At-Tirmidzi Kitabul Amtsal, bab Maa
Jaa fi Matsalis Shalati wa Shiyami wa Shodaqoti :V/148-149 No.2263. Lafadz
Ahmad)
Sungguh sangatlah jelas keterangan Rasulullah shollallahu
'alaihi wa sallam dalam hadis di atas, bahwa Al-Jama'ah itu adalah jama'ah yang
diperintahkan oleh Allah, sehingga beliau dan para sahabatnya tentu telah
mengamalkannya sebelum beliau memerintahkan kita untuk juga mengamalkan
Al-Jama'ah yang telah diperintahkan oleh Allah tersebut.
Dalam hadis berikut ini, akan kita dapatkan keterangan
yang tegas dan jelas yang manakah Al-Jama'ah yang diperintahkan itu:
Dari sahabat Khudzaifah bin Yaman radiyallahu anhu, ia
berkata : “Adalah orang-orang (para sahabat) bertanya kepada Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wasallam tentang kebaikan dan adalah aku bertanya kepada
Rasulullah tentang kejahatan, karena aku khawatir kejahatan itu menimpa diriku,
maka aku bertanya : “ Ya Rasulullah, sesungguhnya kami dahulu berada
di dalam jahiliyah dan kejahatan, maka Allah mendatangkan kepada kami dengan
kebaikan ini (Islam). Apakah sesudah kebaikan ini timbul kejahatan?"
Rasulullah menjawab : “Benar!” aku bertanya : "Apakah sesudah kejahatan
itu datang kebaikan?" Rasulullah menjawab : “Benar tetapi didalamnya ada
kekeruhan (dakhon / asap).” Apakah kekeruhannya itu?” Rasulullah menjawab:
“Yaitu orang-orang yang mengambil petunjuk bukan dengan petunjukku (menurut
riwayat muslim: “Kaum yang berperilaku bukan dari sunnahku dan orang-orang yang
mengambil petunjuk bukan dengan petunjukku), engkau ketahui dari mereka itu dan
engkau ingkari.” Aku bertanya: “Apakah sesudah kebaikan itu aka ada lagi
keburukan? Rasulullah menjawab: “Ya, yaitu adanya penyeru-penyeru yang
menyeru ke pintu-pintu jahanam. Barangsiapa mengikuti ajakan mereka, maka
mereka melemparkannya kedalam jahanam itu.” Aku bertanya:”Ya Rasulullah,
tunjukkanlah sifat-sifat mereka itu kepada kami.” Rasulullah menjawab: “Mereka
itu dari kulit-kulit kita dan berbicara menurut lidah-lidah kita.” Aku
bertanya: “Apakah yang engkau perintahkan kepadaku jika aku menjumpai keadaan yang
demikian?” Rasulullah bersabda: “Tetaplah pada Jama'ah Muslimin dan Imam
mereka" Aku bertanya: “Jika tidak ada bagi mereka Jama’ah dan
Imaam?” Rasulullah bersabda: “Hendaklah engkau keluar menjauhi
firqoh-firqoh (golongan yang berpecah-belah) itu semuanya,walaupun engkau
sampai menggigit akar kayu hingga kematian menjemputmu engkau tetap demikian.” (H.R.
Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari dalam Kitabul Fitan: IX/65, Muslim, Shahih
Muslim: II/134-135 dab Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah: II/475 Lafadz Al-Bukhari).
Berpegang kepada dua hadis Rasulullah shollallahu 'alaihi
wasallam di atas, maka Jama'ah Muslimin dan Imam mereka itu adalah Al-Jama'ah yang
telah diperintahkan oleh Allah dan RasulNya. Maka kembalilah antum semua kepada
golongan yang diperintahkan dan diamalkan oleh Rasulullah shollallahu 'alaihi
wasallam dan para sahabatnya yang hanya satu saja ini, yaitu Al-Jama'ah atau Jama'ah
Muslimin dan Imam mereka. Inilah golongan yang sesuai dengan fitrah manusia,
yaitu muslim, sebagaimana ketika kita semua dilahirkan dalam keadaan suci dan
muslim.
Maka siapapun yang tetap berada di dalam Al-Jama'ah atau Jama'ah Muslimin dan Imam mereka hingga Allah mewafatkannya, sungguh pasti ia akan kembali kepada Allah dalam keadaan fitrah sebagaimana ia dilahirkan sebagai Muslim.
Maka siapapun yang tetap berada di dalam Al-Jama'ah atau Jama'ah Muslimin dan Imam mereka hingga Allah mewafatkannya, sungguh pasti ia akan kembali kepada Allah dalam keadaan fitrah sebagaimana ia dilahirkan sebagai Muslim.
Itulah agama yang tegak dan hanif (lurus), awal kehidupan
sebagai muslim, meniti kehidupan dalam Jama'ah Muslimin dan
Imam mereka, sehingga akhir kehidupannya tetap sebagai muslim.
يٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّـهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah
sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan
dalam keadaan muslim (beragama Islam).﴾Q.S
Ali Imran (3):102﴿
وَٱعْتَصِمُوا۟ بِحَبْلِ ٱللَّـهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا۟ ۚ وَٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّـهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِۦٓ إِخْوٰنًا وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ ٱلنَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّـهُ لَكُمْ ءَايٰتِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah,
dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu
ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan
hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara;
dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari
padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu
mendapat petunjuk.﴾Q.S
Ali Imran (3):103﴿.
Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kita untuk
bertakwa dengan sebenar-benarnya takwa. Dan tidaklah kita dapat mencapai
derajat takwa yang sebenar-benarnya, kecuali kita selalu berupaya untuk
mengamalkan setiap perintah Allah dan RasulNya serta menjauhi setiap apa yang
diharamkan oleh Allah dan dicegah oleh RasulNya dan mengamalkan Islam dalam
satu ikatan jama'ah di bawah pimpinan Imam atau Khalifah. Siapapun yang tidak
mengamalkan Islam dalam keadaan bersatu di dalam Al-Jama'ah, maka mereka telah
terdorong ke tepi jurang neraka dengan sebab perpecahan yang telah mereka
lakukan. Dan jika mereka menyeru, maka seruan mereka itulah hanyalah seruan
jahiliyah atau seruan ke pintu-pintu jahanam.
Wahai Muslimin, Kembalilah Kepada Tuhanmu dan
Bertaubatlah, dan Kembalilah Kepada Jalan Yang menuju Surga !
وَٱللَّـهُ يَدْعُوٓا۟ إِلَىٰ دَارِ
ٱلسَّلٰمِ وَيَهْدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ
Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan
menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam). ﴾Q.S Yunus (10):25 ﴿
Penuhilah seruan Allah di atas wahai saudaraku muslimin
sekalian!
Marilah kita bersama-sama dan bersatu (berjama'ah)
mengamalkan aturan Islam yang fitrah dalam wadah Al-Jama'ah yang sesuai dengan
fitrahnya yaitu Jama'ah Muslimin dan Imam mereka sebagaimana penjelasan kedua
hadis di atas. Maka orang-orang yang telah mengamalkan perintah untuk bersatu
(berjama'ah) dengan mengangkat seorang muslim menjadi Imam dengan syare'at
bae'at, sesungguhnya mereka itu telah berpihak kepada Allah dan mereka itulah
yang disebut oleh Allah sebagai Hizbullah.
إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ ٱللَّـهُ وَرَسُولُهُۥ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَهُمْ رٰكِعُونَ
Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan
orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya
mereka tunduk (kepada Allah).﴾Q.S
Al Maidah (5):55﴿
وَمَن يَتَوَلَّ ٱللَّـهَ وَرَسُولَهُۥ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ فَإِنَّ حِزْبَ ٱللَّـهِ هُمُ ٱلْغٰلِبُونَ
Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang
yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya Hizbullah (pengikut agama
Allah) itulah yang pasti menang.﴾Q.S
Al Maidah (5):56﴿
Inilah Al-Jama'ah itu, inilah Jama'ah Jama'ah Muslimin
(Hizbullah) yang diperintahkan oleh Allah dan RasulNya dan inilah jalan menuju
surga itu, maka kembalilah kepada Al-Jama'ah wahai muslimin !
Dan janganlah antum semua saling cela mencela dengan
panggilan yang buruk dan saling menjelek-jelekan satu sama lain dan merasa
benarlah jalan sendiri dan menuduh jalan orang lain yang sesat sebagaimana
perilaku ahlul kitab sebelum kita.
يٰٓأَهْلَ ٱلْكِتٰبِ لِمَ تُحَآجُّونَ فِىٓ إِبْرٰهِيمَ وَمَآ أُنزِلَتِ ٱلتَّوْرَىٰةُ وَٱلْإِنجِيلُ إِلَّا مِنۢ بَعْدِهِۦٓ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
Hai Ahli Kitab, mengapa kamu bantah membantah tentang hal
Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim.
Apakah kamu tidak berpikir?﴾Q.S
Ali Imran (3):65﴿
هٰٓأَنتُمْ هٰٓؤُلَآءِحٰجَجْتُمْ فِيمَا لَكُم بِهِۦ عِلْمٌ فَلِمَ تُحَآجُّونَ فِيمَا لَيْسَ لَكُم بِهِۦ عِلْمٌ ۚ وَٱللَّـهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Beginilah kamu, kamu ini (sewajarnya) bantah membantah
tentang hal yang kamu ketahui, maka kenapa kamu bantah membantah tentang hal
yang tidak kamu ketahui? Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.﴾Q.S Ali Imran (3):66﴿
مَا كَانَ إِبْرٰهِيمُ يَهُودِيًّا وَلَا نَصْرَانِيًّا وَلٰكِن كَانَ حَنِيفًا مُّسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ
Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang
Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada
Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.﴾Q.S Ali Imran (3):67﴿
Inilah Jalan Menuju Surga Itu, Maka Kembalilah !
Seperti halnya Nabi Ibrahim 'alaihi salam yang bukan
bagian dari golongan Yahudi ataupun Nasrani karena keduanya tidak ada pada masa
Ibrahim 'alaihi salam, maka demikian pula golongan-golongan yang berpecah belah
saat ini, maka bukanlah Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam itu bagian
dari salah satu golongan-golongan yang tidak pernah ada pada masa Rasulullah
itu, kecuali Al-Jama'ah sehingga beliau memerintahkannya karena itulah golongan
yang beliau dan para sahabatnya tetapi dan amalkan. Maka hentikanlah perdebatan
kalian semua dan kembalillah kepada fitrah kita yang muslim dan bersatu
(berjama'ah) lah dalam jama'ah yang fitrah ini yaitu Jama'ah Muslimin
(Hizbullah) agar kita dapat bersama-sama menegakkan dinul Islam yang fitrah !
Renungkanlah seruan ini dengan hati yang bersih dan
takutlah kepada Allah dengan sebenar-benarnya sebelum adzab menimpa antum semua
wahai saudaraku muslimin sekalian. Dan janganlah biarkan seruan ini
berlalu sedangkan antum memahaminya.
أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ ٱللَّـهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ ٱلْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتٰبَ مِنقَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ ٱلْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْۖ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فٰسِقُونَ
Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman,
untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun
(kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah
diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas
mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah
orang-orang yang fasik.﴾Q.S
Al Hadiid (57):16 ﴿
Penulis :
Penulis :
ketahuan copas..
BalasHapus