Selasa, 25 November 2014

Wahai Muslimin Kembalilah Kepada Fitrahmu



Fitrah Manusia Adalah Muslim Dan Hidup Dalam Aturan Islam 


  فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ ٱللَّـهِ ٱلَّتِى فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ ٱللَّـهِ ۚ ذٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ وَلٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui, (Q.S Ar Ruum (30):30﴿

مُنِيبِينَ إِلَيْهِ وَٱتَّقُوهُ وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَلَا تَكُونُوا۟ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, (Q.S Ar Ruum (30):31﴿

مِنَ ٱلَّذِينَ فَرَّقُوا۟ دِينَهُمْ وَكَانُوا۟ شِيَعًا ۖ كُلُّ حِزْبٍۭ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ

yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka. (Q.S Ar Ruum (30):32﴿


Telah menjadi fitrah bagi ikan untuk hidup di dalam air, maka ketika ikan keluar dari fitrahnya ia akan menggelepar lalu kemudian mati. Maka sudah menjadi ftrah bagi manusia terlahir sebagai muslim dan hidup di dalam aturan Islam secara bersatu di dalam satu Jama'ah yang diperintahkan oleh Allah dan RasulNya yaitu Jama'ah Muslimin dengan satu pimpinan Imam atau Khalifah dan inilah yang disebut Al-Jama'ah. 

Maka jika kaum muslimin keluar dari fitrahnya, mereka akan ditimpa oleh malapetaka dan bencana serta terlepaslah mereka dari jalan yang lurus dan menghadap Allah dalam keadaan tanpa ikatan Islam serta menghadapi ancaman api neraka. Demikianlah  nasib mereka yang meninggalkan fitrahnya, seperti ikan yang keluar dari air. Hal ini telah Allah jelaskan dalam firman-Nya :

 إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَهَاجَرُوا۟ وَجٰهَدُوا۟ بِأَمْوٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّـهِ وَٱلَّذِينَ ءَاوَوا۟ وَّنَصَرُوٓا۟ أُو۟لٰٓئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَلَمْ يُهَاجِرُوا۟ مَا لَكُم مِّن وَلٰيَتِهِم مِّن شَىْءٍ حَتَّىٰ يُهَاجِرُوا۟ ۚ وَإِنِ ٱسْتَنصَرُوكُمْ فِى ٱلدِّينِ فَعَلَيْكُمُ ٱلنَّصْرُ إِلَّا عَلَىٰ قَوْمٍۭ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُم مِّيثٰقٌ ۗ وَٱللَّـهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Q.S Al Anfaal (8):72﴿

وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُن فِتْنَةٌ فِى ٱلْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ

Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar. Q.S Al Anfaal (8):73﴿

Seperti yang dijelaskan oleh Allah pada surah Al-Anfal ayat ke 72 di atas, kaum muslimin pada masa Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam hidup di dalam fitrah mereka di bawah kepemimpinan Rasulullah shollallahu wasallam yang menunjukan bahwa mereka semua berada dalam satu ikatan kepemimpinan dan itulah yang disebut Jama'ah Musllimin sehingga mereka dapat saling tolong menolong diantara sesama mereka.

Maka saat ini, ketika kaum muslimin seluruhnya telah berpecah belah di dalam agama dan hidup secara bergolong-golongan tanpa adanya satu ikatan bae'at terhadap satu Imam atau Khalifah yang didengar dan ditaati oleh seluruh muslimin dimanapun mereka berada, siapapun mereka dan apapun bangsa dan bahasanya, sungguh mereka telah keluar dari fitrahnya sehingga ahirnya malapetaka menimpa kepada muslimin seluruhnya, di manapun mereka berada dan apapun bangsanya serta diperangi oleh orang-orang kafir yang telah bersatu untuk memerangi kita semua sesuai dengan penjelasan pada surah Al-Anfal ayat ke 73 di atas, sebagaimana telah terjadi pada ahli kitab sebelumnya.

ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ ٱلذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوٓا۟ إِلَّا بِحَبْلٍ مِّنَ ٱللَّـهِ وَحَبْلٍ مِّنَ ٱلنَّاسِ وَبَآءُو بِغَضَبٍ مِّنَ ٱللَّـهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ ٱلْمَسْكَنَةُ ۚ ذٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا۟ يَكْفُرُونَ بِـَٔايٰتِ ٱللَّـهِ وَيَقْتُلُونَ ٱلْأَنۢبِيَآءَ بِغَيْرِ حَقٍّ ۚ ذٰلِكَ بِمَا عَصَوا۟ وَّكَانُوا۟ يَعْتَدُونَ

Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas.Q.S Ali Imran (3):112﴿

Hendaknya tiga ayat di atas benar-benar menjadi peringatan yang keras bagi siapa saja yang merasa dirinya beriman dan takut kepada Allah dengan sebenar-benarnya, agar kembali kepada fitrah sebagaimana kita dilahirkan dalam keadaan yang suci lagi muslim.


Inilah Jalan Kembali Kepada Fitrah 


Untuk dapat kembali kepada fitrah kita sebagaimana kita dilahirkan, maka tidak ada pilihan lain kecuali kembali kepada Al-Jama'ah dan meninggalkan setiap golongan yang tidak pernah ada pada masa Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam dan tidak juga pada masa Khulafaur Rasyidin Al-Mahdiyin serta tidak ada perintahnya dari Allah dan RasulNya.

Sesungguhnya setiap golongan yang tidak pernah ada pada masa Rasulullah dan masa Khulafaur Rasyidin Al-Mahdiyin adalah bid'ah dan setiap bid'ah pastilah tersesat (salah jalan) dan tidak akan pernah sampai kepada apa yang semestinya mereka tuju yaitu surga. Dan tidaklah seruan kepada golongan yang tidak ada perintahnya itu, kecuali ia hanya akan menjadi seruan jahiliyah atau seruan yang menyeru ke pintu-pintu jahanam. Adapun golongan yang diperintahkan oleh Allah dan RasulNya hanya satu saja yaitu Al-Jama'ah, sesuai dengan penjelasan Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam berikut ini:

Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam, bersabda: “Aku perintahkan kepada kamu sekalian (Muslimin) lima perkara, sebagaimana Allah telah memerintahkan aku dengan lima perkara itu; bil-Jama’ah (dengan Al-Jama’ah), wa bisam’i (dan dengan mendengar), wa tho’at (dan taat), wal hijrah (dan hijrah), wal jihad ( dan jihad fi sabilillah). Barang siapa yang keluar dari Al-Jama’ah sekedar sejengkal saja, maka sungguh terlepas ikatan Islam dari lehernya sampai dia kembali (kedalam Al-Jama’ah). Dan barang siapa yang menyeru dengan seruan jahiliyyah, maka ia termasuk golongan orang yang bertekuk lutut dalam neraka jahanam.” Para shahabat bertanya : “”Ya Rasulullah bagaimana jika mereka tetap shaum dan shalat?” Rasul bersabda : “Sekalipun ia shaum dan sholat dan mengaku dirinya muslim, maka panggilah oleh orang-orang muslim itu dengan nama yang telah Allah berikan kepada mereka; “Al-MusliminAl-Mukmininhamba-hamba Allah ‘Azza wa Jalla".” (H.R. Ahmad Bin Hambal dari Haris Al-Asy’ari, Musnad Ahmad : IV/202, At-Tirmidzi Sunan At-Tirmidzi Kitabul Amtsal, bab Maa Jaa fi Matsalis Shalati wa Shiyami wa Shodaqoti :V/148-149 No.2263. Lafadz Ahmad)

Sungguh sangatlah jelas keterangan Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam dalam hadis di atas, bahwa Al-Jama'ah itu adalah jama'ah yang diperintahkan oleh Allah, sehingga beliau dan para sahabatnya tentu telah mengamalkannya sebelum beliau memerintahkan kita untuk juga mengamalkan Al-Jama'ah yang telah diperintahkan oleh Allah tersebut.

Dalam hadis berikut ini, akan kita dapatkan keterangan yang tegas dan jelas yang manakah Al-Jama'ah yang diperintahkan itu:

Dari sahabat Khudzaifah bin Yaman radiyallahu anhu, ia berkata : “Adalah orang-orang (para sahabat) bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tentang kebaikan dan adalah aku bertanya kepada Rasulullah tentang kejahatan, karena aku khawatir kejahatan itu menimpa diriku, maka aku bertanya : “ Ya Rasulullah, sesungguhnya kami dahulu berada di dalam jahiliyah dan kejahatan, maka Allah mendatangkan kepada kami dengan kebaikan ini (Islam). Apakah sesudah kebaikan ini timbul kejahatan?" Rasulullah menjawab : “Benar!” aku bertanya : "Apakah sesudah kejahatan itu datang kebaikan?" Rasulullah menjawab : “Benar tetapi didalamnya ada kekeruhan (dakhon / asap).” Apakah kekeruhannya itu?” Rasulullah menjawab: “Yaitu orang-orang yang mengambil petunjuk bukan dengan petunjukku (menurut riwayat muslim: “Kaum yang berperilaku bukan dari sunnahku dan orang-orang yang mengambil petunjuk bukan dengan petunjukku), engkau ketahui dari mereka itu dan engkau ingkari.” Aku bertanya: “Apakah sesudah kebaikan itu aka ada lagi keburukan? Rasulullah menjawab: “Ya, yaitu adanya penyeru-penyeru yang menyeru ke pintu-pintu jahanam. Barangsiapa mengikuti ajakan mereka, maka mereka melemparkannya kedalam jahanam itu.” Aku bertanya:”Ya Rasulullah, tunjukkanlah sifat-sifat mereka itu kepada kami.” Rasulullah menjawab: “Mereka itu dari kulit-kulit kita dan berbicara menurut lidah-lidah kita.” Aku bertanya: “Apakah yang engkau perintahkan kepadaku jika aku menjumpai keadaan yang demikian?” Rasulullah bersabda: “Tetaplah pada Jama'ah Muslimin dan Imam mereka" Aku bertanya: “Jika tidak ada bagi mereka Jama’ah dan Imaam?” Rasulullah bersabda: “Hendaklah engkau keluar menjauhi firqoh-firqoh (golongan yang berpecah-belah) itu semuanya,walaupun engkau sampai menggigit akar kayu hingga kematian menjemputmu engkau tetap demikian.” (H.R. Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari dalam Kitabul Fitan: IX/65, Muslim, Shahih Muslim: II/134-135 dab Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah: II/475 Lafadz Al-Bukhari).

Berpegang kepada dua hadis Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam di atas, maka Jama'ah Muslimin dan Imam mereka itu adalah Al-Jama'ah yang telah diperintahkan oleh Allah dan RasulNya. Maka kembalilah antum semua kepada golongan yang diperintahkan dan diamalkan oleh Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam dan para sahabatnya yang hanya satu saja ini, yaitu Al-Jama'ah atau Jama'ah Muslimin dan Imam mereka. Inilah golongan yang sesuai dengan fitrah manusia, yaitu muslim, sebagaimana ketika kita semua dilahirkan dalam keadaan suci dan muslim.

Maka siapapun yang tetap berada di dalam Al-Jama'ah atau Jama'ah Muslimin dan Imam mereka hingga Allah mewafatkannya, sungguh pasti ia akan kembali kepada Allah dalam keadaan fitrah sebagaimana ia dilahirkan sebagai Muslim

Itulah agama yang tegak dan hanif (lurus), awal kehidupan sebagai muslim, meniti kehidupan dalam Jama'ah Muslimin dan Imam mereka, sehingga akhir kehidupannya tetap sebagai muslim.

يٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّـهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan muslim (beragama Islam).Q.S Ali Imran (3):102﴿

 وَٱعْتَصِمُوا۟ بِحَبْلِ ٱللَّـهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا۟ ۚ وَٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّـهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِۦٓ إِخْوٰنًا وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ ٱلنَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّـهُ لَكُمْ ءَايٰتِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.Q.S Ali Imran (3):103﴿.

Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kita untuk bertakwa dengan sebenar-benarnya takwa. Dan tidaklah kita dapat mencapai derajat takwa yang sebenar-benarnya, kecuali kita selalu berupaya untuk mengamalkan setiap perintah Allah dan RasulNya serta menjauhi setiap apa yang diharamkan oleh Allah dan dicegah oleh RasulNya dan mengamalkan Islam dalam satu ikatan jama'ah di bawah pimpinan Imam atau Khalifah. Siapapun yang tidak mengamalkan Islam dalam keadaan bersatu di dalam Al-Jama'ah, maka mereka telah terdorong ke tepi jurang neraka dengan sebab perpecahan yang telah mereka lakukan. Dan jika mereka menyeru, maka seruan mereka itulah hanyalah seruan jahiliyah atau seruan ke pintu-pintu jahanam.


Wahai Muslimin, Kembalilah Kepada Tuhanmu dan Bertaubatlah, dan Kembalilah Kepada Jalan Yang menuju Surga !

وَٱللَّـهُ يَدْعُوٓا۟ إِلَىٰ دَارِ ٱلسَّلٰمِ وَيَهْدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ

Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam). Q.S Yunus (10):25 ﴿

Penuhilah seruan Allah di atas wahai saudaraku muslimin sekalian!

Marilah kita bersama-sama dan bersatu (berjama'ah) mengamalkan aturan Islam yang fitrah dalam wadah Al-Jama'ah yang sesuai dengan fitrahnya yaitu Jama'ah Muslimin dan Imam mereka sebagaimana penjelasan kedua hadis di atas. Maka orang-orang yang telah mengamalkan perintah untuk bersatu (berjama'ah) dengan mengangkat seorang muslim menjadi Imam dengan syare'at bae'at, sesungguhnya mereka itu telah berpihak kepada Allah dan mereka itulah yang disebut oleh Allah sebagai Hizbullah.

إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ ٱللَّـهُ وَرَسُولُهُۥ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَهُمْ رٰكِعُونَ

Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).Q.S Al Maidah (5):55﴿ 

وَمَن يَتَوَلَّ ٱللَّـهَ وَرَسُولَهُۥ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ فَإِنَّ حِزْبَ ٱللَّـهِ هُمُ ٱلْغٰلِبُونَ

Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya Hizbullah (pengikut agama Allah) itulah yang pasti menang.Q.S Al Maidah (5):56﴿

Inilah Al-Jama'ah itu, inilah Jama'ah Jama'ah Muslimin (Hizbullah) yang diperintahkan oleh Allah dan RasulNya dan inilah jalan menuju surga itu, maka kembalilah kepada Al-Jama'ah wahai muslimin !

Dan janganlah antum semua saling cela mencela dengan panggilan yang buruk dan saling menjelek-jelekan satu sama lain dan merasa benarlah jalan sendiri dan menuduh jalan orang lain yang sesat sebagaimana perilaku ahlul kitab sebelum kita.

 يٰٓأَهْلَ ٱلْكِتٰبِ لِمَ تُحَآجُّونَ فِىٓ إِبْرٰهِيمَ وَمَآ أُنزِلَتِ ٱلتَّوْرَىٰةُ وَٱلْإِنجِيلُ إِلَّا مِنۢ بَعْدِهِۦٓ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Hai Ahli Kitab, mengapa kamu bantah membantah tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah kamu tidak berpikir?Q.S Ali Imran (3):65﴿

هٰٓأَنتُمْ هٰٓؤُلَآءِحٰجَجْتُمْ فِيمَا لَكُم بِهِۦ عِلْمٌ فَلِمَ تُحَآجُّونَ فِيمَا لَيْسَ لَكُم بِهِۦ عِلْمٌ ۚ وَٱللَّـهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Beginilah kamu, kamu ini (sewajarnya) bantah membantah tentang hal yang kamu ketahui, maka kenapa kamu bantah membantah tentang hal yang tidak kamu ketahui? Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.Q.S Ali Imran (3):66﴿

 مَا كَانَ إِبْرٰهِيمُ يَهُودِيًّا وَلَا نَصْرَانِيًّا وَلٰكِن كَانَ حَنِيفًا مُّسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.Q.S Ali Imran (3):67﴿


Inilah Jalan Menuju Surga Itu, Maka Kembalilah !


Seperti halnya Nabi Ibrahim 'alaihi salam yang bukan bagian dari golongan Yahudi ataupun Nasrani karena keduanya tidak ada pada masa Ibrahim 'alaihi salam, maka demikian pula golongan-golongan yang berpecah belah saat ini, maka bukanlah Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam itu bagian dari salah satu golongan-golongan yang tidak pernah ada pada masa Rasulullah itu, kecuali Al-Jama'ah sehingga beliau memerintahkannya karena itulah golongan yang beliau dan para sahabatnya tetapi dan amalkan. Maka hentikanlah perdebatan kalian semua dan kembalillah kepada fitrah kita yang muslim dan bersatu (berjama'ah) lah dalam jama'ah yang fitrah ini yaitu Jama'ah Muslimin (Hizbullah) agar kita dapat bersama-sama menegakkan dinul Islam yang fitrah !

Renungkanlah seruan ini dengan hati yang bersih dan takutlah kepada Allah dengan sebenar-benarnya sebelum adzab menimpa antum semua wahai saudaraku muslimin sekalian. Dan janganlah biarkan seruan ini berlalu sedangkan antum memahaminya.

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ ٱللَّـهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ ٱلْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتٰبَ مِنقَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ ٱلْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْۖ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فٰسِقُونَ

Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.Q.S Al Hadiid (57):16 ﴿

Penulis : 

Ayi Hidayat Baharuddin

1 komentar: