Kamis, 27 November 2014

Antara JIHAD dan MENUNTUT ILMU


Jihad disini maksudnya adalah jihad membela Agama Allah dan menuntut ilmu disini adalah menuntut ilmu Agama. Jihad dan menuntut ilmu adalah Dua hal yang tidak dapat di pisahkan sebagai mana firman Allah

“Tidak sepatutnya orang-orang yang beriman itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa kelompok yang memperdalam pengetahuan agama dan memberi peringatan kepada kaumnya apabila telah kembali kepada mereka supaya menjaga diri’’(QS. At Taubah:122

Menurut Ibnu Hatim dari Ikrimah Ayat di atas turun setelah Surat At taubah : 39 “jika kalian tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kalian dengan siksa yang sangat pedih” Ada beberapa orang yang jauh di kota tidak ikut berperang, Berkatalah orang-orang mukmin, “celakalah orang-orang kampung itu karena ada orang yang meninggalkan diri tidak turut berjihad bersama Rasulullah”,Maka ayat diatas adalah membenarkan orang-orang yang meninggalkan diri  dari berjihad untuk memperdalam ilmu dan mengajarkan kepada kaumnya.

Jadi ketika sebagian dari kita pergi berjihad maka sebagian yang lainlah menuntut ilmu, salah satu tujuan menuntut ilmu d sini yaitu untuk memberi peringatan atau mengajar kepada orang-orang yang berjihad, karena sangatlah mustahil orang yang berjihad ia bisa memperdalam ilmu agama di saat segala kondisi yang tidak memungkinkan. Begitu pula ketika kita hanya menuntut ilmu sahaja di saat betapa banyak kerusakan, kedzaliman yang terjadi karena kita membiarkanya dan tidak berjihad melawan segala permasalahan yang terjadi maka salah satu efeknya adalah proses menuntut ilmu akan menjadi kesulitan dan begitu pula kedzaliman akan terus meluas, maka di sinilah kita sangat membutuhkan para mujahid bukan orang yang bisanya hanya diam dan duduk saja dan menunggu keajaiban datang.

Namun jangan bersedih ketika kita tidak bisa berangkat berjihad namun hanya bisa memperdalam ilmu, ketahuilah bahwa dengan memperdalam ilmu Agama, kita akan mendapatkan apa yang di dapat orang yang pergi berjihad, Orang yang menuntut ilmu karena Allah jika gugur maka ia Sahid, jikalau hidup maka kemuliaanlah yang di dapat karena ilmunya, yang membedakan Sahidnya antara penuntut ilmu dan orang yang berjihad adalah penuntut ilmu hanya Sahid ketika di akherat, sedangkan di dunia orang memandang dia hanya mati biasa, sedangkan sahidnya orang yang berjihad akan ia peroleh di dunia dan di akherat,

Antara jihad dan penuntut ilmu adalah hal yang tidak bisa di pisahkan dan menjadi dua unsur pokok dalam dakwah, karena dengan keduanya akan saling melengkapi, Dengan ilmu dakwah akan berjalan,dengan jihad aktivitas dakwah akan terlindungi,
Jadi antara orang yang jihad dan menuntut ilmu maka ia mempunyai derajat yang sama bahkan derajatnya paling dekat dengan kenabian,
Rasulullah shallahu ‘alahi wasallam bersabda,

“manusia yang paling dekat dengan derajat kenabian adalah ahli ilmudan ahli jihad,adapun ahli ilmu mereka menunjukan manusia apa yang di bawa oleh para Rasull sedang alhi jihad mereka berjihad dengan pedang-pedang mereka membela apa yang di bawa oleh Rasull”(H.R Abu Nu’aim dari Ibnu Abbas)

Sepeti yang kita ketahui ketika Allah hendak menjadikan Khalifah di muka bumi sebagaimana surat Al Baqarah Ayat 30-34, salah satu yang membedakan kemuliaan antara malaikat dan manusia Adalah ilmu, Allah telah mengajarkan ilmu dan nama-nama segala sesuatu kepada Manusia (Adam), setelah manusia dan malaikat di tes, ternyata malaikat berkata :”Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami” maka seketika itu Allah menyuruh untuk bersujud kepada Adam,sujud di sini adalah sujud penghormatan karena ilmu yang dimiliki oleh Adam, ingat bukan sujud beribadah

Ketika kita menuntut ilmu di situlah sebagai sarana bagi Allah untuk memberikan kebaikan kepada hambanya sebagaimana Hadits berikut

Dari Mu’awiyah ra berkata, Rasulullah shallallhu ‘alahi wa sallam bersabda ”barang siapa yang di kehendaki kebaikan oleh Allah, dia akan di beri pemahaman (ilmu) tentang Agama”(Muttafaq alaih)


Dalam islam tidaklah mengenl Militerisme semua umat islam adalah Mujahid dan  Untuk mengatur siapa  yang maju ke medan Jihad dan siapa yang harus tinggal di garis belakang untuk tetap menekuni Agama maka yang berhak mengatur semua itu hanyalah Imamul Muslimin/Khalifah. Maka dari sinilah betapa pentingnya kita hidup di bawah seorang Khalifah/Imamul Muslimin untuk mengatur persoalan umat.
sepeti yang kita lihat sekarang ini betapa kocar-kacirnya dan betapa lemahnya umat islam semua itu terjadi karena tidak adanya pemimpin umat islam itu sendiri,

maka pesan penulis di sini adalah untuk membangun kekuatan dan bersatunya umat islam maka umat islam harus berjamaah dan imamah di wadah yang sudah di tetapkan oleh Allah yaitu Jama’ah Muslimin, Jama’ah Muslimin wadah persatuan umat islam.

wallahu ‘alam 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar