Jihad disini maksudnya adalah
jihad membela Agama Allah dan menuntut ilmu disini adalah menuntut ilmu Agama. Jihad
dan menuntut ilmu adalah Dua hal yang tidak dapat di pisahkan sebagai mana
firman Allah
“Tidak sepatutnya orang-orang yang beriman itu pergi semuanya (ke medan
perang). Mengapa tidak pergi tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa
kelompok yang memperdalam pengetahuan agama dan memberi peringatan kepada
kaumnya apabila telah kembali kepada mereka supaya menjaga diri’’(QS. At
Taubah:122
Menurut Ibnu Hatim dari Ikrimah Ayat
di atas turun setelah Surat At taubah : 39 “jika
kalian tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kalian dengan
siksa yang sangat pedih” Ada beberapa orang yang jauh di kota tidak ikut
berperang, Berkatalah orang-orang mukmin, “celakalah orang-orang kampung itu
karena ada orang yang meninggalkan diri tidak turut berjihad bersama Rasulullah”,Maka
ayat diatas adalah membenarkan orang-orang yang meninggalkan diri dari berjihad untuk memperdalam ilmu dan
mengajarkan kepada kaumnya.
Jadi ketika sebagian dari kita
pergi berjihad maka sebagian yang lainlah menuntut ilmu, salah satu tujuan
menuntut ilmu d sini yaitu untuk memberi peringatan atau mengajar kepada
orang-orang yang berjihad, karena sangatlah mustahil orang yang berjihad ia
bisa memperdalam ilmu agama di saat segala kondisi yang tidak memungkinkan. Begitu
pula ketika kita hanya menuntut ilmu sahaja di saat betapa banyak kerusakan,
kedzaliman yang terjadi karena kita membiarkanya dan tidak berjihad melawan
segala permasalahan yang terjadi maka salah satu efeknya adalah proses menuntut
ilmu akan menjadi kesulitan dan begitu pula kedzaliman akan terus meluas, maka
di sinilah kita sangat membutuhkan para mujahid bukan orang yang bisanya hanya
diam dan duduk saja dan menunggu keajaiban datang.
Namun jangan bersedih ketika kita
tidak bisa berangkat berjihad namun hanya bisa memperdalam ilmu, ketahuilah
bahwa dengan memperdalam ilmu Agama, kita akan mendapatkan apa yang di dapat
orang yang pergi berjihad, Orang yang menuntut ilmu karena Allah jika gugur
maka ia Sahid, jikalau hidup maka kemuliaanlah yang di dapat karena ilmunya, yang
membedakan Sahidnya antara penuntut ilmu dan orang yang berjihad adalah penuntut
ilmu hanya Sahid ketika di akherat, sedangkan di dunia orang memandang dia
hanya mati biasa, sedangkan sahidnya orang yang berjihad akan ia peroleh di
dunia dan di akherat,
Antara jihad dan penuntut ilmu adalah hal yang tidak bisa di pisahkan dan menjadi dua unsur pokok dalam dakwah, karena dengan keduanya akan saling melengkapi, Dengan ilmu dakwah akan berjalan,dengan jihad aktivitas dakwah akan terlindungi,
Antara jihad dan penuntut ilmu adalah hal yang tidak bisa di pisahkan dan menjadi dua unsur pokok dalam dakwah, karena dengan keduanya akan saling melengkapi, Dengan ilmu dakwah akan berjalan,dengan jihad aktivitas dakwah akan terlindungi,
Jadi antara orang yang jihad dan
menuntut ilmu maka ia mempunyai derajat yang sama bahkan derajatnya paling
dekat dengan kenabian,
Rasulullah shallahu ‘alahi wasallam
bersabda,
“manusia yang paling dekat dengan
derajat kenabian adalah ahli ilmudan ahli jihad,adapun ahli ilmu mereka
menunjukan manusia apa yang di bawa oleh para Rasull sedang alhi jihad mereka
berjihad dengan pedang-pedang mereka membela apa yang di bawa oleh Rasull”(H.R
Abu Nu’aim dari Ibnu Abbas)
Sepeti yang kita ketahui ketika
Allah hendak menjadikan Khalifah di muka bumi sebagaimana surat Al Baqarah Ayat
30-34, salah satu yang membedakan kemuliaan antara malaikat dan manusia Adalah
ilmu, Allah telah mengajarkan ilmu dan nama-nama segala sesuatu kepada Manusia
(Adam), setelah manusia dan malaikat di tes, ternyata malaikat berkata :”Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami
ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami” maka
seketika itu Allah menyuruh untuk bersujud kepada Adam,sujud di sini adalah sujud penghormatan karena ilmu yang dimiliki oleh Adam, ingat bukan sujud beribadah
Ketika kita menuntut ilmu di
situlah sebagai sarana bagi Allah untuk memberikan kebaikan kepada hambanya sebagaimana
Hadits berikut
“Dari Mu’awiyah ra berkata, Rasulullah shallallhu ‘alahi wa sallam
bersabda ”barang siapa yang di kehendaki kebaikan oleh Allah, dia akan di beri
pemahaman (ilmu) tentang Agama”(Muttafaq alaih)
Dalam islam tidaklah mengenl
Militerisme semua umat islam adalah Mujahid dan Untuk mengatur siapa yang maju ke medan Jihad dan siapa yang harus
tinggal di garis belakang untuk tetap menekuni Agama maka yang berhak mengatur
semua itu hanyalah Imamul Muslimin/Khalifah. Maka dari sinilah betapa pentingnya
kita hidup di bawah seorang Khalifah/Imamul Muslimin untuk mengatur persoalan
umat.
sepeti yang kita lihat sekarang ini betapa kocar-kacirnya dan betapa lemahnya umat islam semua itu terjadi karena tidak adanya pemimpin umat islam itu sendiri,
sepeti yang kita lihat sekarang ini betapa kocar-kacirnya dan betapa lemahnya umat islam semua itu terjadi karena tidak adanya pemimpin umat islam itu sendiri,
maka pesan penulis di sini adalah untuk membangun kekuatan dan bersatunya umat islam maka umat islam harus berjamaah dan imamah di wadah yang sudah di tetapkan oleh Allah yaitu Jama’ah Muslimin, Jama’ah Muslimin wadah persatuan umat islam.
wallahu ‘alam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar