Jumat, 24 April 2015

UNTUKMU UKHTI MUSLIMAH



Wanita biasa di ibaratkan dengan bunga (harum, indah, membuat kumbang-kumbang berdatangan tertarik denganya). Tentu saja perumpamaan yang kurang pas bagi wanita Muslimah. Wanita Muslimah lebih tepatnya adalah Mutiara yang mahal harganya di dalam kerang dan di dasar lautan yang dalam, tidak semua orang bisa menikmati, melihat, dan merasakanya. Kecuali seorang laki-laki yang tangguh, beriman dan memang sudah halal baginya..

Sangat jauh berbeda jika d bandingkan dengan bunga, wanita yang seperti ini adalah Wanita jalang, pezina yang menebarkan kecantikanya kepada semua orang dan orang-orangpun bisa merasakanya, menikmatinya, meskipun hanya di pandang-pandang, namun tidak yang mereka memajang foto, karena tidak sedikit laki-laki hidung belang mereka memegang-megang fotonya di sentuhnya.

Lalu ketika Ukhti memajang foto di media sosial untuk apa?
Untuk siapa?
Apa manfaatnya ?

Ya Ukhti ketika seorang laki-laki melihat-melihat foto yang telah di pajang sehingga menimbulkan Nafsu Syahwatnya, maka seorang laki-laki tersebut dan tidak ketinggalan pula engkau Ukhti dosa terus mengalir kepadamu, Kebanyakan manusia yang paham akan kebenaran pasti tidak ada yang membenarkan perbuatan tersebut

Kecantikan wanita itu bukan terletak pada tubuhnya atau warna rambutnya atau pada rambutnya, kecantikan wanita itu terletak pada keimanannya pada ketakwaanya, dan kecintaanya ia pada Agamanya, sedikit sekali wanita yang menyadari ini

Lalu bagaimana berdandanya dan memakainya wewangian seorang wanita? Tentu hal ini adalah perkara yang sangat baik, jika ia pas dalam menempatanya, jika tidak tau maka kehinaan baginya, kehinaan di dunia bagi mereka yang mengenal kebenaran akan melihatnya, dan kehinaan di Akherat karena dosa yang d lakukan, dan perkara ini adalah perkara yang sering terjadi yaitu berdandan, memakai wangi-wangian lalu keluar berjalan melalui sekumpulan laki-laki, maka wanita seperti ini adalah sama dengan wanita pezina di jaman jahiliyah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda:
“perempuan manapun yang menggunakan parfum kemudian melewati suatu kaum agar mereka mencuim wanginya maka dia adalah wanita pezina”(HR Ahmad)

Islam datang mengangkat derajat dan kehormatan wanita, di berikannya makan, pakaian dan hak-haknya namun kebanyakan dari mereka menjatuhkan diri dalam kehinaan dan tak pernah menyadari itu, salah satu perkara yang sudah parah mereka memajang fotonya sendiri dengan perasaan yang seakan-akan tak merasa bersalah. Ketika Ukhti berjalan akan di lihat oleh kaum laki-laki paling hanya sebentar itupun hanya sebentar namun ketika Ukhti memajang foto maka di situlah kaum lelaki hidung belang dengan bebasnya ia memandang dan merasakanya, ketika itu juga engkau Ukhti Muslimah akan terus-menerus menuai dosa
.
“sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholehah”(HR Hadits)


Wanita muslimah adalah perhiasan maka dengan itu harus di jaga, di tutupi auratnya agar terjaga kualitas dan kehormatanya sebagai wanita muslimah

wallahu'alam

Jumat, 17 April 2015

SYARAT MENGKAFIR SESAMA MUSLIM



Ahlussunah wal jama’ah adalah pertengahan antara Khawarij dan Murjiah dalam memfonis seseorang tidak mudah mengkafirkan tidak meremehkan perkara kafir-mengkafirkan tidak pula gegabah dalam memfonis ini kafir, ini sesat, ini bid’ah, kamu masuk neraka,  seseorang bisa di kafirkan ketika dia telah memenuhi 4 syarat yang telah di tetapkan ulama.
               
Nasehat ini buat pelajaran penulis pribadi, dan juga mudah-mudahan bisa membuat pencerahan para pembaca agar tidak lagi exstrim suka memfonis saudaranya sendiri. Karena akibatnya sangat berbahaya, makanya salah seorang ulama pernah mengatakan bab kafir adalah bab yang sangat berbahaya (bahaya jika salah dalam memahami)

1. Berakal dan Baligh
                Seorang yang masih kecil dan gila tidak bisa kita semena-mena mengatakan kafir, anak kecil belum mukalaf sedangkan orang gila kehilangan taklif, kalau kita melihat anak kecil atau orang gila melakukan perbuatan yang menyebabkan ia kafir, lalu  memvonis kafir, maka saya katakan jangan-jangan Anda juga gila. Seseorang bisa di katakan kafir kalau sudah baligh dan juga berakal sehat.

2. Tidak di Paksa dan Terpaksa melakukan Kekafiran
Ketika Amr bin Yasir ra di siksa oleh orang-orang musyrik Mekah di paksa agar mengatakan bahwa “Unta yang lewat itu adalah Tuhanku” apa yang di katakan Amr bin Yasir adalah termasuk ucapan-ucapan yang menyebabkan ia Kafir, namun hal tersebut karena di paksa sedang hatinya beriman kepada Allah, maka tidak bisa di katakan kafir, namun ketika seorang ia melakukan kekafiran sedang ia ridho dan melakukanya dengan enjoynya

3. Sudah Tegaknya Hujah
                Tidaklah Allah mengazab suatu kaum sebelum di utusnya seorang Nabi atau Rasull, dalam masalah mengkafirkan jaman sekarang masih banyak orang tidak tahu islam secara mendalam,  dan ketika sudah tegaknya hujahpun harus mempunyai syarat lagi yaitu dia paham tentang apa yang di sampaikan,kalau belum paham belum bisa di katakan tegak hujah contoh ada orang menyampakan nasehat kepada orang sunda menggunakan bahasa jepang, maka orang sunda tersebut tidak tahu, begitu juga dalam masalah kafir-mengkafirkan betapa banyak orang melakukan kekafiran karena kebodohannya dia. Maka tidak bisa katakan ia kafir. Yang masuk kedalam vonis kafir hanya bagi mereka yang sudah tegak hujah dan sadar dalam melakukannya

4.  Tidak Adanya Subhat
Contoh kisah Kejadian Sujud Muadz RadliyallahuAnhu:
Sesungguhnya Muaadz datang ke Syam dan ia mendapatkan mereka sujud kepada uskup-uskup mereka, kemudian tatkala ia kembali maka ia sujud kepada Rasulullah shallallahualaihi wa sallam ,
maka beliau berkata:Apa ini wahai Muadz?!

Ia berkata: Sesungguhnya saya melihat mereka sujud kepada para uskup-uskup mereka, sedangkan engkau adalah lebih berhak untuk dilakukan sujud kepadamu wahai Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Maka beliau berkata: Seandainya aku memerintahkan seseorang sujud kepada selain Allah, tentu aku perintahkan isteri untuk sujud kepada suaminya karena begitu besar haknya terhadapnya” Diriwayatkan oleh Al Bazar (461), Ibnu Hibban no (1290-Mawarid)

Tindakan Mua’dz adalah tindakan kekafiran, tetapi Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tidak semena-mena mengkafirkan, karena Ada subhat, Muadz tidak tahu kalau ternyata Islam membenarkan sujud sesama mahluk

Contoh lagi, ketika seseorang melakukan kekufuran lalu di tegakannya hujah oleh kita, lalu apakah setelah kita berikan  hujah atau dalil-dalilnya langsung katakan ia kafir?, tidak bisa barangkali dia tidak menggingkari dalilnya tapi siapa kamu mengatakan yang demikian, sedangkan kyainya dia tidak pernah mengatakan demikian atau tidak pernah mengatakan yang menunjukan bahwa perbuatanya adalah kafir.



                Setalah kita mengetahui empat syarat tersebut, dan ternyata kita dapati ada seseorang yang menurut kita telah memenuhi syarat tersebut, apakah akan kita vonis kafir?, kita sebagai penuntut Ilmu hanya mengatakan apa yang sudah jelas-jelas Allah dan Rasullnya  dan juga jumhur ulama katakan kafir maka disini kita boleh mengatakan kafir karena kesepakan ulama seperti Yahudi dan Nasrani, tetapi kalau kita tidak mengkafirkan apa yang jelas-jelas Allah kafirkan, tidak di kafirkan barangkali kita bagian dari mereka.

Karena masalah kafir mengkafirkan bukanlah hak satu orang saja, barangkali ada seorang ulama mengatakan si fulan kafir tetapi jumhur ulama tidak berfatwa demikian, maka tidak bisa kita mengikuti fatwa ulama yang sesuai nafsu kita.
Ada satu syarat saja yang tidak terpenuhi tidak bisa katakan kafir.. 

Ketika kita mengatakan kepada sesama muslim kafir,
lalu apa hak kita berfatwa seperti itu?
Apa kapasitas kita?
Sudah hafal berapa juta hadits?
Sudah berapa juz ia menghafal al qur’an?

Bahasa arab saja tidak bisa sudah menjadi mufti / hakim, masalah Aqidah saja tidak tahu sudah vonis memfonis, kalau kita salah memfonis bisa-bisa kekafiran itu kembali kepada kita.
dan perlu di perhatikan sering kita dengar fatwa ulama yang mengatakan kafir, terkadang kita langsung menuduh orangnya kafir padahal yang di tuduh kafir adalah perbuatannya,

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar Ra, bahwa Nabi SAW bersabda:”Bila seseorang mengkafirkan saudaranya (yang Muslim), maka pasti seseorang dari keduanya mendapatkan kekafiran itu. Dalam riwayat lain: Jika seperti apa yang dikatakan. Namun jika tidak, kekafiran itu kembali kepada dirinya sendiri.[HR Muslim]

Dari Abu Dzarr Ra, Nabi SAW: Bersabda:”Barangsiapa memanggil seseorang dengan kafir atau mengatakan kepadanya hai musuh Allah”, padahal tidak demikian halnya, melainkan panggilan atau perkataannya itu akan kembali kepada dirinya.[HR Muslim]

                “Salah memaafkan lebih baik dari pada salah memfonis” Cukuplah bagi kita  agar tidak saling kafir-mengkafirkan melainkan saling sayang menyayangi saling nasehat menasehati, kita ingat dengan pesan Baginda Rasulullah,

Dari Anas, dari Nabi shallallahu `alaihi wasallam, beliau bersabda, ‘Demi Dzat Yang jiwaku berada di tangan-Nya, seorang hamba tidak beriman sampai dia mencintai tetangganya (atau Rasulullah telah bersabda, "[sampai dia mencintai] saudaranya) sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.”(HRMuslim /72}

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran(Qs Al Asr 1-3)


Saatnya kita bersatu di bawah  naungan khilafah islamiyah ...

Selasa, 14 April 2015

KHILAFAH ADA 3 DALAM SATU MASA, MANA YANG HAQ NI????



Kebanyakan manusia tertipu atau salah dalam memilih dengan khilafah, hanya berdalil sekedar di dalam namanya Daulah Islamiyah, mempunyai bendera Tauhid, mempunyai kekuatan yang kokoh, punya wilayah, Imamnya dari suku quraisy,. Padahal syarat tersebut tidaklah Mutlak,

Tapi sohihkah Khilafah IS/ISIS adalah khilafah ‘ala min hajin nubuwah yang di jannikan oleh Allah?, bukankah khilafah yang di janjikan oleh Allah itu rahmatal lil ‘alamin, bukan terpatok pada wilayah tertentu juga tidak membawa kerusakan, yang membuat orang semakin phobia dengan Islam
Namun kita bisa lihat sendiri dengan sebelah mata atau dua mata bahwa khilafah yang kebanyakan pemuda-pemuda agung-agungkan kelakuannya tidak mencerminkan islam, sehingga tidak sedikit yang berkata IS bukan islam atau buatan Yahud atau Amerikiyah,

Baik, kita bisa katakan bahwa setiap kebenaran pasti ada pententang dan yang memeranginya, dan inilah sunatullah, dan hal ini sudah terjadi pada Nabi-Nabi mereka di tentang kaumnya dan juga Ulama-ulama dahulu mereka di fitnah, di siksa dll,  kita katakan bahwa isis adalah khilafah, maka tidak sedikit  negara-negara kafir dan bahkan negara islampun ikut andil memerangi Khilafah isis, lantas akankah kita simpulkan bahwa isis adalah hak??

belum tentu ya Akhi, kalau kita membahas khilafah maka akan kita banyak dapati khilafah-khilfah dan ternyata khilafah tersebut juga dari negri kita, bahkan mereka lebih dahulu memproklamatirkan tentang kekhilafanya,  apakah lantas kita anggap semuanya sesat??
 
Atau kita anggap semuanya benar??
Jika benar apakah iya di syariaatkan ada 2 atau 3 khilafah dalam satu masa, ???
Tentu, kebenaran hanya satu, yang datangnya dari Allah, lalu mana yang khilafahnya benar-benar dari Allah, bukan hasil pemikiran manusia, bukan pula hasil menguasai suatu kaum lalu di paksa untuk berbaiat.


Dari yang ana ketahui kelompok yang mengakaui khilafah itu ada 3

 1.JAMA’AH MUSLIMIN HIZBULLAH (Di tetapi sejak tahun 1953 dengan di ba’iatnya Khalifah Wali Al Fattah, lalu di lanjutkan dengan Khalifah Muhyidin Hamidy, karena mereka telah di panggil ke Rahmatullah dan sekarang di lanjutkan kepemimpinanya oleh Khalifah/Imamul Muslimin Yahksyallah Mansyur, dan berpusat di Cileungsi, Bogor.

2.KHILAFATUL MUSLIMIN (DI Tetapi sejak Tahun 1997, bermarkas pusat di Lampung,Sumatera. dengan Imamnya sekarang Adalah Abdul Qodir Hasan Baraja, dan imamnya ini setahu penulis, dahulu merupakan ma’mum d JAMA’AH MUSLIMIN, dan dia membeo membuat khilafah tandingan, karena merasa bahwa dirinya lebih alim dan lebih berhak menjabat sebagai khalifah,

3.ISIS/DAULAH ISLAM IRAK WA SYAM/IS. Seperti yang kita lihat bahwa khilafah ini barau muncul kemaren sore, dengan jalan menguasai manusia, memaksa untuk berbaiat, dan segala macem perkara lainya , kita bisa lihat di tipi-tipi,

Setelah kita tahu ada kilafah-khilafah di atas lalu bagaimana dengan hadist-hadits ini

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru bin Ash ra, bahwa dia pernah mendengarkan Rasulullah saw bersabda:

وَمَنْ بَايَعَ إِمَامًا فَأَعْطَاهُ صَفْقَةَ يَدِهِ وَثَمَرَةَ قَلْبِهِ فَلْيُطِعْهُ إِنْ اسْتَطَاعَ فَإِنْ جَاءَ آخَرُ يُنَازِعُهُ فَاضْرِبُوا عُنُقَ الْآخَرِ

Siapa saja yang telah membai’at seorang imam, lalu ia memberikan uluran tangan dan buah hatinya, hendaklah mentaatinya jika mampu. Apabila ada orang lain yang hendak merebutnya maka penggallah leher orang itu (HR Muslim dan Abu Daud).


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كَانَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ تَسُوسُهُمُ اْلأَنْبِيَاءُ كُلَّمَا هَلَكَ نَبِيٌّ خَلَفَهُ نَبِيٌّ وَإِنَّهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدِي وَسَيَكُونُ خُلَفَاءُ فَيَكْثُرُونَ قَالُوا فَمَا تَأْمُرُنَا قَالَ فُوا بِبَيْعَةِ اْلأَوَّلِ فَاْلأَوَّلِ أَعْطُوهُمْ حَقَّهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ سَائِلُهُمْ عَمَّا اسْتَرْعَاهُمْ

“Dahulu Bani Israil senantiasa dipimpin oleh para Nabi, setiap mati seorang Nabi diganti oleh Nabi lainnya dan sesudahku ini tidak ada lagi seorang Nabi dan akan terangkat beberapa khalifah bahkan akan bertambah banyak. Sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, apa yang engkau perintahkan kepada kami? Beliau bersabda: ”Tepatilah bai’atmu pada yang pertama, maka untuk yang pertama dan berilah kepada mereka haknya, maka sesungguh nya Allah akan menanyakan apa yang digembala kannya.” (HR.Al-Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Al Bukhari dalam Kitab Bad’ul Khalqi: IV/206)


Bagaimana dengan hadits diatas?? Bagi orang yang berpikir akan tahu apa yang akan di lakukan,

Lantas atas dasar apa ISIS DAN KHILAFATUL MUSLIMIN memproklamatirkan kekhilafahnya, dan saya tidak pernah dapati Hadits maupun Al Qur’an yang menunjukan akan kebenaran untuk bersatau, bergabung kepada khilafah tersebut,

Tapi  kalau  JAMA’AH MUSLIMIN saya banyak dapati Hadits-hadits yang menunjukan hal itu dan ini merupakan perintah Rasulullah, Agar kita menetapinya.

1. Khalifah Umar bin Khattab radiyallahu anhu berkata: “Sesungguhnya tidak ada Islam Kecuali dengan berjama’ah, dan tidak ada Jama’ah kecuali dengan kepemimpinan, dan tidak ada kepemimpinan kecuali dengan ditaati." (H.R Ad-Darimi Sunan Ad–Darimi dalam bab Dzihabul I’lmi: I/79).

2. Khudzaifah bin Yaman Radliallahu ‘anhu berkata:

كَانَ النَّاسُ يَسْأَلُونَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْخَيْرِ وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنِ الشَّرِّ مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِي فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا كُنَّا فِي جَاهِلِيَّةٍ وَشَرٍّ فَجَاءَنَا اللَّهُ بِهَذَا الْخَيْرِ فَهَلْ بَعْدَ هَذَا الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ قُلْتُ وَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الشَّرِّ مِنْ خَيْرٍ قَالَ نَعَمْ وَفِيهِ دَخَنٌ قُلْتُ وَمَا دَخَنُهُ قَالَ قَوْمٌ يَهْدُونَ بِغَيْرِ هَدْيِي تَعْرِفُ مِنْهُمْ وَتُنْكِرُ قُلْتُ فَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ دُعَاةٌ عَلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا قَذَفُوْهُ فِيهَا قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا قَالَ هُمْ مِنْ جِلْدَتِنَا وَيَتَكَلَّمُونَ بِأَلْسِنَتِنَا قُلْتُ فَمَا تَأْمُرُنِي إِنْ أَدْرَكَنِي ذَلِكَ قَالَ تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَإِمَامَهُمْ قُلْتُ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُمْ جَمَاعَةٌ وَلاَ إِمَامٌ قَالَ فَاعْتَزِلْ تِلْكَ الْفِرَقَ كُلَّهَا وَلَوْ أَنْ تَعَضَّ بِأَصْلِ شَجَرَةٍ حَتَّى يُدْرِكَكَ الْمَوْتُ وَأَنْتَ عَلَى ذَلِكَ .

“Adalah orang-orang (para sahabat) bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kebaikan dan adalah saya bertanya kepada Rasulullah tentang kejahatan, khawatir kejahatan itu menimpa diriku, maka saya bertanya: “Ya Rasulullah, sesungguhnya kami dahulu berada di dalam Jahiliyah dan kejahatan, maka Allah mendatangkan kepada kami dengan kebaikan ini (Islam). Apakah sesudah kebaikan ini timbul kejahatan? Rasulullah menjawab: “Benar!” Saya bertanya: Apakah sesudah kejahatan itu datang kebaikan? Rasulullah menjawab: “Benar, tetapi di dalamnya ada kekeruhan (dakhon).” Saya bertanya: “Apakah kekeruhannya itu?” Rasulullah menjawab: “Yaitu orang-orang yang mengambil petunjuk bukan dengan petunjukku.

 (dalam riwayat Muslim) “Kaum yang berperilaku bukan dari Sunnahku dan orang-orang yang mengambil petunjuk bukan dengan petunjukku, engkau ketahui dari mereka itu dan engkau ingkari.” Aku bertanya: “Apakah sesudah kebaikan itu akan ada lagi keburukan?” Rasulullah menjawab: “Ya, yaitu adanya penyeru-penyeru yang mengajak ke pintu-pintu Jahannam. Barangsiapa mengikuti ajakan mereka, maka mereka melemparkannya ke dalam Jahannam itu.” Aku bertanya: “Ya Rasu lullah, tunjukkanlah sifat-sifat mereka itu kepada kami.” Rasululah menjawab: “Mereka itu dari kulit-kulit kita dan berbicara menurut lidah-lidah (bahasa) kita.” Aku bertanya: “Apakah yang eng kau perintahkan kepadaku jika aku menjumpai keadaan yang demikian?”

Rasulullah bersabda: “Tetaplah engkau pada Jama’ah Muslimin dan Imaam mereka !” Aku bertanya: “Jika tidak ada bagi mereka Jama’ah dan Imaam?” Rasulullah bersabda: “Hendaklah engkau keluar menjauhi firqoh-firqoh itu semuanya, walaupun engkau sam pai menggigit akar kayu hingga kematian menjum paimu, engkau tetap demikian.” (HR.Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari dalam Kitabul Fitan: IX/65, Muslim, Shahih Muslim: II/134-135 dan Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah:II/475. Lafadz Al-Bukhari).


3. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:“Ketahuilah sesungguhnya umat sebelum kalian dari Ahli Kitab berpecah belah menjadi 72 golongan, dan umatku ini akan berpecah belah menjadi 73 golongan. 72 golongan di neraka, dan 1 golongan di surga. Merekalah Al Jama’ah” (HR. Abu Daud 4597, dihasankan Al Albani dalam Shahih Abi Daud)

4. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:“Berpeganglah pada Al Jama’ah dan tinggalkan kekelompokan. Karena setan itu bersama orang yang bersendirian dan setan akan berada lebih jauh jika orang tersebut berdua. Barangsiapa yang menginginkan bagian tengah surga, maka berpeganglah pada Al Jama’ah. Barangsiapa merasa senang bisa melakukan amal kebajikan dan bersusah hati manakala berbuat maksiat maka itulah seorang mu’min” (HR. Tirmidzi no.2165, ia berkata: “Hasan shahih gharib dengan sanad ini”)

5. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Sepeninggalku akan ada huru-hara yang terjadi terus-menerus. Jika diantara kalian melihat orang yang memecah belah Al Jama’ah atau menginginkan perpecahan dalam urusan umatku bagaimana pun bentuknya, maka perangilah ia. Karena tangan Allah itu berada pada Al Jama’ah. Karena setan itu berlari bersama orang yang hendak memecah belah Al Jama’ah” (HR. As Suyuthi dalam Al Jami’ Ash Shaghir 4672, dishahihkan Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shahih 3621)

6.  Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa yang melihat sesuatu yang tidak ia sukai dari pemimpinnya, maka bersabarlah. Karena barangsiapa yang keluar dari Al Jama’ah sejengkal saja lalu mati, ia mati sebagai bangkai Jahiliah” (HR. Bukhari no.7054,7143, Muslim no.1848, 1849)

6.  Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Demi Allah, darah seorang yang bersyahadat tidak lah halal kecuali karena tiga sebab: keluar dari Islam atau keluar dari Al Jama’ah, orang tua yang berzina dan membunuh” (HR. Muslim no.1676)

7.  Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa yang mati dalam keadaan memisahkan diri dari Al Jama’ah, maka ia telah melepaskan tali Islam dari lehernya” (HR Bukhari dalam Tarikh Al Kabir 1/325. Dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ 6410)

Imam Malik r.a. berkata :
لاَ يَصْلُحُ اَمُرُ هَذِهِ اْلأُمَّةِ إِلاَ بِمَا صَلُحَ بِهِ أَوَلُّهَا
Artinya : “Tidak akan selamat atau maslahat urusan umat ini kecuali dengan apa-apa yang telah menyelamatkannya generasi awalnya”
Al Fudhail bin Iyadh rahimahullah (wafat 187 H) berkata:“Janganlah engkau mengangap buruk jalan-jalan kebenaran karena sedikit orang yang menjalaninya. Dan jangan pula terpedaya oleh banyaknya orang-orang yang binasa” (Dinukil dari Al Adabusy Syar’iyyah 1/163)
,
Cukuplah bagi seorang Muslim yang Hati dan Akalnya sehat, untuk menerima perkataan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasalam,

dari banyaknya hadits yang ana baca tidak ada satupun yang menunjukan bahwa KHILAFATUL MUSLIMIN DAN ISIS benar, dan bersumber atau ada berdasarkan Al Qur’an Maupun Sunnah

Ayuhal Muslimin, khususnya bagi para pemuda yang sedang giat-giatnya, tergila-gila dengan khilafah isis/ atau menyerukan khilafah, itulah khilafah-khilafah yang sudah ada, silahkan antum bisa datangi markasnya satu-persatu cek kebenaranya, lihat dengan mata kepala atau mata kaki sendiri, bia ga’ taklid buta, hanya ikut-ikutan, jadi untul munyuk, orang-orang ngalor melu ngalor, ngidul melu ngidul,,

wallahu’alam bishowab.