Kebanyakan manusia tertipu atau salah dalam memilih dengan khilafah, hanya berdalil sekedar di dalam namanya Daulah Islamiyah, mempunyai bendera Tauhid, mempunyai kekuatan yang kokoh, punya wilayah, Imamnya dari suku quraisy,. Padahal syarat tersebut tidaklah Mutlak,
Tapi sohihkah Khilafah IS/ISIS adalah
khilafah ‘ala min hajin nubuwah yang di jannikan oleh Allah?, bukankah khilafah
yang di janjikan oleh Allah itu rahmatal lil ‘alamin, bukan terpatok pada
wilayah tertentu juga tidak membawa kerusakan, yang membuat orang semakin
phobia dengan Islam
Namun kita bisa lihat sendiri dengan
sebelah mata atau dua mata bahwa khilafah yang kebanyakan pemuda-pemuda
agung-agungkan kelakuannya tidak mencerminkan islam, sehingga tidak sedikit
yang berkata IS bukan islam atau buatan Yahud atau Amerikiyah,
Baik, kita bisa katakan bahwa setiap
kebenaran pasti ada pententang dan yang memeranginya, dan inilah sunatullah,
dan hal ini sudah terjadi pada Nabi-Nabi mereka di tentang kaumnya dan juga
Ulama-ulama dahulu mereka di fitnah, di siksa dll, kita katakan bahwa isis adalah khilafah, maka
tidak sedikit negara-negara kafir dan
bahkan negara islampun ikut andil memerangi Khilafah isis, lantas akankah kita
simpulkan bahwa isis adalah hak??
belum tentu ya Akhi, kalau kita membahas khilafah maka akan kita banyak dapati khilafah-khilfah dan ternyata khilafah tersebut juga dari negri kita, bahkan mereka lebih dahulu memproklamatirkan tentang kekhilafanya, apakah lantas kita anggap semuanya sesat??
belum tentu ya Akhi, kalau kita membahas khilafah maka akan kita banyak dapati khilafah-khilfah dan ternyata khilafah tersebut juga dari negri kita, bahkan mereka lebih dahulu memproklamatirkan tentang kekhilafanya, apakah lantas kita anggap semuanya sesat??
Atau kita anggap semuanya benar??
Jika benar apakah iya di syariaatkan ada 2
atau 3 khilafah dalam satu masa, ???
Tentu, kebenaran hanya satu, yang
datangnya dari Allah, lalu mana yang khilafahnya benar-benar dari Allah, bukan
hasil pemikiran manusia, bukan pula hasil menguasai suatu kaum lalu di paksa untuk berbaiat.
Dari yang ana ketahui kelompok yang mengakaui khilafah itu ada 3
1.JAMA’AH MUSLIMIN HIZBULLAH (Di tetapi sejak tahun 1953 dengan di ba’iatnya Khalifah Wali Al Fattah, lalu di lanjutkan dengan Khalifah Muhyidin Hamidy, karena mereka telah di panggil ke Rahmatullah dan sekarang di lanjutkan kepemimpinanya oleh Khalifah/Imamul Muslimin Yahksyallah Mansyur, dan berpusat di Cileungsi, Bogor.
2.KHILAFATUL MUSLIMIN (DI Tetapi sejak Tahun 1997, bermarkas pusat di Lampung,Sumatera. dengan Imamnya sekarang Adalah Abdul Qodir Hasan Baraja, dan imamnya ini setahu penulis, dahulu merupakan ma’mum d JAMA’AH MUSLIMIN, dan dia membeo membuat khilafah tandingan, karena merasa bahwa dirinya lebih alim dan lebih berhak menjabat sebagai khalifah,
3.ISIS/DAULAH ISLAM IRAK WA SYAM/IS. Seperti yang kita lihat bahwa khilafah ini barau muncul kemaren sore, dengan jalan menguasai manusia, memaksa untuk berbaiat, dan segala macem perkara lainya , kita bisa lihat di tipi-tipi,
Setelah kita tahu ada kilafah-khilafah
di atas lalu bagaimana dengan hadist-hadits ini
Diriwayatkan dari Abdullah bin
Amru bin Ash ra, bahwa dia pernah mendengarkan Rasulullah saw bersabda:
وَمَنْ بَايَعَ إِمَامًا فَأَعْطَاهُ صَفْقَةَ يَدِهِ وَثَمَرَةَ قَلْبِهِ فَلْيُطِعْهُ إِنْ اسْتَطَاعَ فَإِنْ جَاءَ آخَرُ يُنَازِعُهُ فَاضْرِبُوا عُنُقَ الْآخَرِ
Siapa saja yang telah membai’at seorang imam, lalu ia memberikan
uluran tangan dan buah hatinya, hendaklah mentaatinya jika mampu. Apabila
ada orang lain yang hendak merebutnya maka penggallah leher orang itu (HR Muslim dan Abu Daud).
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
كَانَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ تَسُوسُهُمُ اْلأَنْبِيَاءُ كُلَّمَا هَلَكَ نَبِيٌّ خَلَفَهُ نَبِيٌّ وَإِنَّهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدِي وَسَيَكُونُ خُلَفَاءُ فَيَكْثُرُونَ قَالُوا فَمَا تَأْمُرُنَا قَالَ فُوا بِبَيْعَةِ اْلأَوَّلِ فَاْلأَوَّلِ أَعْطُوهُمْ حَقَّهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ سَائِلُهُمْ عَمَّا اسْتَرْعَاهُمْ
“Dahulu Bani Israil senantiasa
dipimpin oleh para Nabi, setiap mati seorang Nabi diganti oleh Nabi lainnya dan
sesudahku ini tidak ada lagi seorang Nabi dan akan terangkat beberapa khalifah
bahkan akan bertambah banyak. Sahabat bertanya:
“Ya Rasulullah, apa yang engkau perintahkan kepada kami? Beliau bersabda:
”Tepatilah bai’atmu pada yang pertama, maka untuk yang pertama dan berilah
kepada mereka haknya, maka sesungguh nya Allah akan menanyakan apa yang
digembala kannya.” (HR.Al-Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Al Bukhari
dalam Kitab Bad’ul Khalqi: IV/206)
Bagaimana dengan hadits diatas?? Bagi orang
yang berpikir akan tahu apa yang akan di lakukan,
Lantas atas dasar apa ISIS DAN KHILAFATUL
MUSLIMIN memproklamatirkan kekhilafahnya, dan saya tidak pernah dapati Hadits
maupun Al Qur’an yang menunjukan akan kebenaran untuk bersatau, bergabung
kepada khilafah tersebut,
Tapi kalau JAMA’AH
MUSLIMIN saya banyak dapati Hadits-hadits yang menunjukan hal itu dan ini
merupakan perintah Rasulullah, Agar kita menetapinya.
1. Khalifah Umar
bin Khattab radiyallahu anhu berkata: “Sesungguhnya tidak ada Islam Kecuali
dengan berjama’ah, dan tidak ada Jama’ah kecuali dengan kepemimpinan, dan tidak
ada kepemimpinan kecuali dengan ditaati." (H.R Ad-Darimi Sunan
Ad–Darimi dalam bab Dzihabul I’lmi: I/79).
2. Khudzaifah
bin Yaman Radliallahu ‘anhu berkata:
كَانَ
النَّاسُ يَسْأَلُونَ
رَسُولَ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
عَنِ الْخَيْرِ
وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ
عَنِ الشَّرِّ
مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِي فَقُلْتُ يَا رَسُولَ
اللَّهِ إِنَّا
كُنَّا فِي
جَاهِلِيَّةٍ وَشَرٍّ فَجَاءَنَا اللَّهُ بِهَذَا الْخَيْرِ
فَهَلْ بَعْدَ
هَذَا الْخَيْرِ
مِنْ شَرٍّ
قَالَ نَعَمْ
قُلْتُ وَهَلْ
بَعْدَ ذَلِكَ
الشَّرِّ مِنْ
خَيْرٍ قَالَ
نَعَمْ وَفِيهِ
دَخَنٌ قُلْتُ
وَمَا دَخَنُهُ
قَالَ قَوْمٌ
يَهْدُونَ بِغَيْرِ هَدْيِي تَعْرِفُ
مِنْهُمْ وَتُنْكِرُ
قُلْتُ فَهَلْ
بَعْدَ ذَلِكَ
الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ
نَعَمْ دُعَاةٌ
عَلَى أَبْوَابِ
جَهَنَّمَ مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا قَذَفُوْهُ فِيهَا قُلْتُ يَا
رَسُولَ اللَّهِ
صِفْهُمْ لَنَا
قَالَ هُمْ
مِنْ جِلْدَتِنَا
وَيَتَكَلَّمُونَ
بِأَلْسِنَتِنَا قُلْتُ فَمَا تَأْمُرُنِي
إِنْ أَدْرَكَنِي
ذَلِكَ قَالَ
تَلْزَمُ جَمَاعَةَ
الْمُسْلِمِينَ وَإِمَامَهُمْ قُلْتُ فَإِنْ
لَمْ يَكُنْ
لَهُمْ جَمَاعَةٌ
وَلاَ إِمَامٌ
قَالَ فَاعْتَزِلْ
تِلْكَ الْفِرَقَ
كُلَّهَا وَلَوْ
أَنْ تَعَضَّ
بِأَصْلِ شَجَرَةٍ
حَتَّى يُدْرِكَكَ
الْمَوْتُ وَأَنْتَ عَلَى ذَلِكَ
.
“Adalah orang-orang (para sahabat) bertanya
kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kebaikan dan adalah
saya bertanya kepada Rasulullah tentang kejahatan, khawatir kejahatan itu
menimpa diriku, maka saya bertanya: “Ya Rasulullah, sesungguhnya kami dahulu
berada di dalam Jahiliyah dan kejahatan, maka Allah mendatangkan kepada kami
dengan kebaikan ini (Islam). Apakah sesudah kebaikan ini timbul kejahatan?
Rasulullah menjawab: “Benar!” Saya bertanya: Apakah sesudah kejahatan itu
datang kebaikan? Rasulullah menjawab: “Benar, tetapi di dalamnya ada
kekeruhan (dakhon).” Saya bertanya: “Apakah kekeruhannya itu?” Rasulullah
menjawab: “Yaitu orang-orang yang mengambil petunjuk bukan dengan petunjukku.
(dalam riwayat Muslim) “Kaum yang berperilaku
bukan dari Sunnahku dan orang-orang yang mengambil petunjuk bukan dengan
petunjukku, engkau ketahui dari mereka itu dan engkau ingkari.” Aku
bertanya: “Apakah sesudah kebaikan itu akan ada lagi keburukan?” Rasulullah
menjawab: “Ya, yaitu adanya penyeru-penyeru yang mengajak ke pintu-pintu
Jahannam. Barangsiapa mengikuti ajakan mereka, maka mereka melemparkannya ke
dalam Jahannam itu.” Aku bertanya: “Ya Rasu lullah, tunjukkanlah sifat-sifat
mereka itu kepada kami.” Rasululah menjawab: “Mereka itu dari kulit-kulit kita
dan berbicara menurut lidah-lidah (bahasa) kita.” Aku bertanya: “Apakah yang
eng kau perintahkan kepadaku jika aku menjumpai keadaan yang demikian?”
Rasulullah bersabda: “Tetaplah engkau pada
Jama’ah Muslimin dan Imaam mereka !” Aku bertanya: “Jika tidak ada bagi
mereka Jama’ah dan Imaam?” Rasulullah bersabda: “Hendaklah engkau keluar
menjauhi firqoh-firqoh itu semuanya, walaupun engkau sam pai menggigit akar
kayu hingga kematian menjum paimu, engkau tetap demikian.” (HR.Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari dalam Kitabul
Fitan: IX/65, Muslim, Shahih Muslim: II/134-135 dan Ibnu Majah, Sunan Ibnu
Majah:II/475. Lafadz Al-Bukhari).
3. Rasulullah Shallallahu’alaihi
Wasallam bersabda:“Ketahuilah sesungguhnya umat sebelum
kalian dari Ahli Kitab berpecah belah menjadi 72 golongan, dan umatku ini akan
berpecah belah menjadi 73 golongan. 72 golongan di neraka, dan 1 golongan di
surga. Merekalah Al Jama’ah” (HR. Abu Daud 4597, dihasankan Al Albani
dalam Shahih Abi Daud)
4. Rasulullah Shallallahu’alaihi
Wasallam bersabda:“Berpeganglah pada Al Jama’ah dan tinggalkan
kekelompokan. Karena setan itu bersama orang yang bersendirian dan setan akan
berada lebih jauh jika orang tersebut berdua. Barangsiapa yang menginginkan
bagian tengah surga, maka berpeganglah pada Al Jama’ah. Barangsiapa merasa
senang bisa melakukan amal kebajikan dan bersusah hati manakala berbuat maksiat
maka itulah seorang mu’min” (HR. Tirmidzi no.2165, ia berkata: “Hasan
shahih gharib dengan sanad ini”)
5. Rasulullah Shallallahu’alaihi
Wasallam bersabda: “Sepeninggalku akan ada huru-hara yang terjadi
terus-menerus. Jika diantara kalian melihat orang yang memecah belah Al Jama’ah
atau menginginkan perpecahan dalam urusan umatku bagaimana pun bentuknya, maka
perangilah ia. Karena tangan Allah itu berada pada Al Jama’ah. Karena setan itu
berlari bersama orang yang hendak memecah belah Al Jama’ah” (HR. As Suyuthi
dalam Al Jami’ Ash Shaghir 4672, dishahihkan Al Albani
dalam Al Jami’ Ash Shahih 3621)
6. Rasulullah Shallallahu’alaihi
Wasallam bersabda: “Barangsiapa yang melihat sesuatu yang tidak ia
sukai dari pemimpinnya, maka bersabarlah. Karena barangsiapa yang keluar dari
Al Jama’ah sejengkal saja lalu mati, ia mati sebagai bangkai Jahiliah” (HR.
Bukhari no.7054,7143, Muslim no.1848, 1849)
6. Rasulullah Shallallahu’alaihi
Wasallam bersabda: “Demi Allah, darah seorang yang bersyahadat
tidak lah halal kecuali karena tiga sebab: keluar dari Islam atau keluar dari
Al Jama’ah, orang tua yang berzina dan membunuh” (HR. Muslim no.1676)
7. Rasulullah Shallallahu’alaihi
Wasallam bersabda: “Barangsiapa yang mati dalam keadaan memisahkan
diri dari Al Jama’ah, maka ia telah melepaskan tali Islam dari lehernya”
(HR Bukhari dalam Tarikh Al Kabir 1/325. Dishahihkan Al Albani
dalam Shahih Al Jami’ 6410)
Imam Malik r.a. berkata :
لاَ يَصْلُحُ اَمُرُ هَذِهِ اْلأُمَّةِ إِلاَ بِمَا صَلُحَ بِهِ أَوَلُّهَا
Artinya : “Tidak akan selamat atau maslahat urusan umat ini kecuali dengan
apa-apa yang telah menyelamatkannya generasi awalnya”
Al Fudhail bin Iyadh rahimahullah (wafat
187 H) berkata:“Janganlah engkau mengangap buruk jalan-jalan kebenaran karena sedikit
orang yang menjalaninya. Dan jangan pula terpedaya oleh banyaknya orang-orang
yang binasa” (Dinukil dari Al Adabusy Syar’iyyah 1/163)
,
Cukuplah bagi seorang Muslim yang Hati
dan Akalnya sehat, untuk menerima perkataan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasalam,
dari banyaknya hadits yang ana baca tidak ada satupun yang menunjukan bahwa KHILAFATUL MUSLIMIN DAN ISIS benar, dan bersumber atau ada berdasarkan Al Qur’an Maupun Sunnah
dari banyaknya hadits yang ana baca tidak ada satupun yang menunjukan bahwa KHILAFATUL MUSLIMIN DAN ISIS benar, dan bersumber atau ada berdasarkan Al Qur’an Maupun Sunnah
Ayuhal Muslimin, khususnya bagi para
pemuda yang sedang giat-giatnya, tergila-gila dengan khilafah isis/ atau
menyerukan khilafah, itulah khilafah-khilafah yang sudah ada, silahkan antum
bisa datangi markasnya satu-persatu cek kebenaranya, lihat dengan mata kepala
atau mata kaki sendiri, bia ga’ taklid buta, hanya ikut-ikutan, jadi untul munyuk, orang-orang ngalor melu ngalor, ngidul melu ngidul,,
wallahu’alam bishowab.
wallahu’alam bishowab.

salam rahmatan lil alamain... '
BalasHapusada satu lagi mas yang terlewatkan.. ada sebuah jemaah di medan , sumatara utara .. mereka para pemuda yang kebanyakan berasal dari darah dan nanah yang sedang mengelilingi janin bayi yang sempurna, suci dengan segala fitrahnya.. mereka berewal mula tahun 2000,
mereka datang kepada setiap orang dengan membawakan salam dari Allah SWT.. salamun qaulam mirrobirrohim... islam dari sisi Allah...
menyeru umat manusia kepada islam disisi allah, kepada siapa saja dan dimana saja.. apakah itu orang awan, para ustad, dai, ulama maupun tuan syaik sekalipun, seruan mereka tetaplah kepada islam kaffah...
2:208. Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.
hanya sangat sedikit sekali yang mau menerima seruan Allah SWT dengan mengucapkan 2 kalimat syahadat...
namun mereka bersama pemimpin islam dari sisi Allah SWT sampai saat terus menyapaikan islam dari sisi Allah SWT, kebanyakan dari mereka mengabaikannya... menutup mata dan telinga.. dengan menganggap apa yang dilakukan mereka tidaklah penting... padahal ... kasih sayang allah meliputi langit dan bumi.. tapi mereka tidak mau melihatnya karena membuka mata kepada yang sesuai dengan hawa nafsunya..
info lengkap :
silahkan lihat www.al-jaabir.com dan www.hariyanto27.wordpress.com
jazakallahu mas.. atas infonya ,, mudah-mudahan nanti bisa buat kajian kiriman mendatang
Hapus