Selasa, 14 April 2015

KHILAFAH ADA 3 DALAM SATU MASA, MANA YANG HAQ NI????



Kebanyakan manusia tertipu atau salah dalam memilih dengan khilafah, hanya berdalil sekedar di dalam namanya Daulah Islamiyah, mempunyai bendera Tauhid, mempunyai kekuatan yang kokoh, punya wilayah, Imamnya dari suku quraisy,. Padahal syarat tersebut tidaklah Mutlak,

Tapi sohihkah Khilafah IS/ISIS adalah khilafah ‘ala min hajin nubuwah yang di jannikan oleh Allah?, bukankah khilafah yang di janjikan oleh Allah itu rahmatal lil ‘alamin, bukan terpatok pada wilayah tertentu juga tidak membawa kerusakan, yang membuat orang semakin phobia dengan Islam
Namun kita bisa lihat sendiri dengan sebelah mata atau dua mata bahwa khilafah yang kebanyakan pemuda-pemuda agung-agungkan kelakuannya tidak mencerminkan islam, sehingga tidak sedikit yang berkata IS bukan islam atau buatan Yahud atau Amerikiyah,

Baik, kita bisa katakan bahwa setiap kebenaran pasti ada pententang dan yang memeranginya, dan inilah sunatullah, dan hal ini sudah terjadi pada Nabi-Nabi mereka di tentang kaumnya dan juga Ulama-ulama dahulu mereka di fitnah, di siksa dll,  kita katakan bahwa isis adalah khilafah, maka tidak sedikit  negara-negara kafir dan bahkan negara islampun ikut andil memerangi Khilafah isis, lantas akankah kita simpulkan bahwa isis adalah hak??

belum tentu ya Akhi, kalau kita membahas khilafah maka akan kita banyak dapati khilafah-khilfah dan ternyata khilafah tersebut juga dari negri kita, bahkan mereka lebih dahulu memproklamatirkan tentang kekhilafanya,  apakah lantas kita anggap semuanya sesat??
 
Atau kita anggap semuanya benar??
Jika benar apakah iya di syariaatkan ada 2 atau 3 khilafah dalam satu masa, ???
Tentu, kebenaran hanya satu, yang datangnya dari Allah, lalu mana yang khilafahnya benar-benar dari Allah, bukan hasil pemikiran manusia, bukan pula hasil menguasai suatu kaum lalu di paksa untuk berbaiat.


Dari yang ana ketahui kelompok yang mengakaui khilafah itu ada 3

 1.JAMA’AH MUSLIMIN HIZBULLAH (Di tetapi sejak tahun 1953 dengan di ba’iatnya Khalifah Wali Al Fattah, lalu di lanjutkan dengan Khalifah Muhyidin Hamidy, karena mereka telah di panggil ke Rahmatullah dan sekarang di lanjutkan kepemimpinanya oleh Khalifah/Imamul Muslimin Yahksyallah Mansyur, dan berpusat di Cileungsi, Bogor.

2.KHILAFATUL MUSLIMIN (DI Tetapi sejak Tahun 1997, bermarkas pusat di Lampung,Sumatera. dengan Imamnya sekarang Adalah Abdul Qodir Hasan Baraja, dan imamnya ini setahu penulis, dahulu merupakan ma’mum d JAMA’AH MUSLIMIN, dan dia membeo membuat khilafah tandingan, karena merasa bahwa dirinya lebih alim dan lebih berhak menjabat sebagai khalifah,

3.ISIS/DAULAH ISLAM IRAK WA SYAM/IS. Seperti yang kita lihat bahwa khilafah ini barau muncul kemaren sore, dengan jalan menguasai manusia, memaksa untuk berbaiat, dan segala macem perkara lainya , kita bisa lihat di tipi-tipi,

Setelah kita tahu ada kilafah-khilafah di atas lalu bagaimana dengan hadist-hadits ini

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru bin Ash ra, bahwa dia pernah mendengarkan Rasulullah saw bersabda:

وَمَنْ بَايَعَ إِمَامًا فَأَعْطَاهُ صَفْقَةَ يَدِهِ وَثَمَرَةَ قَلْبِهِ فَلْيُطِعْهُ إِنْ اسْتَطَاعَ فَإِنْ جَاءَ آخَرُ يُنَازِعُهُ فَاضْرِبُوا عُنُقَ الْآخَرِ

Siapa saja yang telah membai’at seorang imam, lalu ia memberikan uluran tangan dan buah hatinya, hendaklah mentaatinya jika mampu. Apabila ada orang lain yang hendak merebutnya maka penggallah leher orang itu (HR Muslim dan Abu Daud).


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كَانَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ تَسُوسُهُمُ اْلأَنْبِيَاءُ كُلَّمَا هَلَكَ نَبِيٌّ خَلَفَهُ نَبِيٌّ وَإِنَّهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدِي وَسَيَكُونُ خُلَفَاءُ فَيَكْثُرُونَ قَالُوا فَمَا تَأْمُرُنَا قَالَ فُوا بِبَيْعَةِ اْلأَوَّلِ فَاْلأَوَّلِ أَعْطُوهُمْ حَقَّهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ سَائِلُهُمْ عَمَّا اسْتَرْعَاهُمْ

“Dahulu Bani Israil senantiasa dipimpin oleh para Nabi, setiap mati seorang Nabi diganti oleh Nabi lainnya dan sesudahku ini tidak ada lagi seorang Nabi dan akan terangkat beberapa khalifah bahkan akan bertambah banyak. Sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, apa yang engkau perintahkan kepada kami? Beliau bersabda: ”Tepatilah bai’atmu pada yang pertama, maka untuk yang pertama dan berilah kepada mereka haknya, maka sesungguh nya Allah akan menanyakan apa yang digembala kannya.” (HR.Al-Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Al Bukhari dalam Kitab Bad’ul Khalqi: IV/206)


Bagaimana dengan hadits diatas?? Bagi orang yang berpikir akan tahu apa yang akan di lakukan,

Lantas atas dasar apa ISIS DAN KHILAFATUL MUSLIMIN memproklamatirkan kekhilafahnya, dan saya tidak pernah dapati Hadits maupun Al Qur’an yang menunjukan akan kebenaran untuk bersatau, bergabung kepada khilafah tersebut,

Tapi  kalau  JAMA’AH MUSLIMIN saya banyak dapati Hadits-hadits yang menunjukan hal itu dan ini merupakan perintah Rasulullah, Agar kita menetapinya.

1. Khalifah Umar bin Khattab radiyallahu anhu berkata: “Sesungguhnya tidak ada Islam Kecuali dengan berjama’ah, dan tidak ada Jama’ah kecuali dengan kepemimpinan, dan tidak ada kepemimpinan kecuali dengan ditaati." (H.R Ad-Darimi Sunan Ad–Darimi dalam bab Dzihabul I’lmi: I/79).

2. Khudzaifah bin Yaman Radliallahu ‘anhu berkata:

كَانَ النَّاسُ يَسْأَلُونَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْخَيْرِ وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنِ الشَّرِّ مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِي فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا كُنَّا فِي جَاهِلِيَّةٍ وَشَرٍّ فَجَاءَنَا اللَّهُ بِهَذَا الْخَيْرِ فَهَلْ بَعْدَ هَذَا الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ قُلْتُ وَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الشَّرِّ مِنْ خَيْرٍ قَالَ نَعَمْ وَفِيهِ دَخَنٌ قُلْتُ وَمَا دَخَنُهُ قَالَ قَوْمٌ يَهْدُونَ بِغَيْرِ هَدْيِي تَعْرِفُ مِنْهُمْ وَتُنْكِرُ قُلْتُ فَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ دُعَاةٌ عَلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا قَذَفُوْهُ فِيهَا قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا قَالَ هُمْ مِنْ جِلْدَتِنَا وَيَتَكَلَّمُونَ بِأَلْسِنَتِنَا قُلْتُ فَمَا تَأْمُرُنِي إِنْ أَدْرَكَنِي ذَلِكَ قَالَ تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَإِمَامَهُمْ قُلْتُ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُمْ جَمَاعَةٌ وَلاَ إِمَامٌ قَالَ فَاعْتَزِلْ تِلْكَ الْفِرَقَ كُلَّهَا وَلَوْ أَنْ تَعَضَّ بِأَصْلِ شَجَرَةٍ حَتَّى يُدْرِكَكَ الْمَوْتُ وَأَنْتَ عَلَى ذَلِكَ .

“Adalah orang-orang (para sahabat) bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kebaikan dan adalah saya bertanya kepada Rasulullah tentang kejahatan, khawatir kejahatan itu menimpa diriku, maka saya bertanya: “Ya Rasulullah, sesungguhnya kami dahulu berada di dalam Jahiliyah dan kejahatan, maka Allah mendatangkan kepada kami dengan kebaikan ini (Islam). Apakah sesudah kebaikan ini timbul kejahatan? Rasulullah menjawab: “Benar!” Saya bertanya: Apakah sesudah kejahatan itu datang kebaikan? Rasulullah menjawab: “Benar, tetapi di dalamnya ada kekeruhan (dakhon).” Saya bertanya: “Apakah kekeruhannya itu?” Rasulullah menjawab: “Yaitu orang-orang yang mengambil petunjuk bukan dengan petunjukku.

 (dalam riwayat Muslim) “Kaum yang berperilaku bukan dari Sunnahku dan orang-orang yang mengambil petunjuk bukan dengan petunjukku, engkau ketahui dari mereka itu dan engkau ingkari.” Aku bertanya: “Apakah sesudah kebaikan itu akan ada lagi keburukan?” Rasulullah menjawab: “Ya, yaitu adanya penyeru-penyeru yang mengajak ke pintu-pintu Jahannam. Barangsiapa mengikuti ajakan mereka, maka mereka melemparkannya ke dalam Jahannam itu.” Aku bertanya: “Ya Rasu lullah, tunjukkanlah sifat-sifat mereka itu kepada kami.” Rasululah menjawab: “Mereka itu dari kulit-kulit kita dan berbicara menurut lidah-lidah (bahasa) kita.” Aku bertanya: “Apakah yang eng kau perintahkan kepadaku jika aku menjumpai keadaan yang demikian?”

Rasulullah bersabda: “Tetaplah engkau pada Jama’ah Muslimin dan Imaam mereka !” Aku bertanya: “Jika tidak ada bagi mereka Jama’ah dan Imaam?” Rasulullah bersabda: “Hendaklah engkau keluar menjauhi firqoh-firqoh itu semuanya, walaupun engkau sam pai menggigit akar kayu hingga kematian menjum paimu, engkau tetap demikian.” (HR.Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari dalam Kitabul Fitan: IX/65, Muslim, Shahih Muslim: II/134-135 dan Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah:II/475. Lafadz Al-Bukhari).


3. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:“Ketahuilah sesungguhnya umat sebelum kalian dari Ahli Kitab berpecah belah menjadi 72 golongan, dan umatku ini akan berpecah belah menjadi 73 golongan. 72 golongan di neraka, dan 1 golongan di surga. Merekalah Al Jama’ah” (HR. Abu Daud 4597, dihasankan Al Albani dalam Shahih Abi Daud)

4. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:“Berpeganglah pada Al Jama’ah dan tinggalkan kekelompokan. Karena setan itu bersama orang yang bersendirian dan setan akan berada lebih jauh jika orang tersebut berdua. Barangsiapa yang menginginkan bagian tengah surga, maka berpeganglah pada Al Jama’ah. Barangsiapa merasa senang bisa melakukan amal kebajikan dan bersusah hati manakala berbuat maksiat maka itulah seorang mu’min” (HR. Tirmidzi no.2165, ia berkata: “Hasan shahih gharib dengan sanad ini”)

5. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Sepeninggalku akan ada huru-hara yang terjadi terus-menerus. Jika diantara kalian melihat orang yang memecah belah Al Jama’ah atau menginginkan perpecahan dalam urusan umatku bagaimana pun bentuknya, maka perangilah ia. Karena tangan Allah itu berada pada Al Jama’ah. Karena setan itu berlari bersama orang yang hendak memecah belah Al Jama’ah” (HR. As Suyuthi dalam Al Jami’ Ash Shaghir 4672, dishahihkan Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shahih 3621)

6.  Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa yang melihat sesuatu yang tidak ia sukai dari pemimpinnya, maka bersabarlah. Karena barangsiapa yang keluar dari Al Jama’ah sejengkal saja lalu mati, ia mati sebagai bangkai Jahiliah” (HR. Bukhari no.7054,7143, Muslim no.1848, 1849)

6.  Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Demi Allah, darah seorang yang bersyahadat tidak lah halal kecuali karena tiga sebab: keluar dari Islam atau keluar dari Al Jama’ah, orang tua yang berzina dan membunuh” (HR. Muslim no.1676)

7.  Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa yang mati dalam keadaan memisahkan diri dari Al Jama’ah, maka ia telah melepaskan tali Islam dari lehernya” (HR Bukhari dalam Tarikh Al Kabir 1/325. Dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ 6410)

Imam Malik r.a. berkata :
لاَ يَصْلُحُ اَمُرُ هَذِهِ اْلأُمَّةِ إِلاَ بِمَا صَلُحَ بِهِ أَوَلُّهَا
Artinya : “Tidak akan selamat atau maslahat urusan umat ini kecuali dengan apa-apa yang telah menyelamatkannya generasi awalnya”
Al Fudhail bin Iyadh rahimahullah (wafat 187 H) berkata:“Janganlah engkau mengangap buruk jalan-jalan kebenaran karena sedikit orang yang menjalaninya. Dan jangan pula terpedaya oleh banyaknya orang-orang yang binasa” (Dinukil dari Al Adabusy Syar’iyyah 1/163)
,
Cukuplah bagi seorang Muslim yang Hati dan Akalnya sehat, untuk menerima perkataan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasalam,

dari banyaknya hadits yang ana baca tidak ada satupun yang menunjukan bahwa KHILAFATUL MUSLIMIN DAN ISIS benar, dan bersumber atau ada berdasarkan Al Qur’an Maupun Sunnah

Ayuhal Muslimin, khususnya bagi para pemuda yang sedang giat-giatnya, tergila-gila dengan khilafah isis/ atau menyerukan khilafah, itulah khilafah-khilafah yang sudah ada, silahkan antum bisa datangi markasnya satu-persatu cek kebenaranya, lihat dengan mata kepala atau mata kaki sendiri, bia ga’ taklid buta, hanya ikut-ikutan, jadi untul munyuk, orang-orang ngalor melu ngalor, ngidul melu ngidul,,

wallahu’alam bishowab.

2 komentar:

  1. salam rahmatan lil alamain... '

    ada satu lagi mas yang terlewatkan.. ada sebuah jemaah di medan , sumatara utara .. mereka para pemuda yang kebanyakan berasal dari darah dan nanah yang sedang mengelilingi janin bayi yang sempurna, suci dengan segala fitrahnya.. mereka berewal mula tahun 2000,

    mereka datang kepada setiap orang dengan membawakan salam dari Allah SWT.. salamun qaulam mirrobirrohim... islam dari sisi Allah...

    menyeru umat manusia kepada islam disisi allah, kepada siapa saja dan dimana saja.. apakah itu orang awan, para ustad, dai, ulama maupun tuan syaik sekalipun, seruan mereka tetaplah kepada islam kaffah...

    2:208. Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.

    hanya sangat sedikit sekali yang mau menerima seruan Allah SWT dengan mengucapkan 2 kalimat syahadat...

    namun mereka bersama pemimpin islam dari sisi Allah SWT sampai saat terus menyapaikan islam dari sisi Allah SWT, kebanyakan dari mereka mengabaikannya... menutup mata dan telinga.. dengan menganggap apa yang dilakukan mereka tidaklah penting... padahal ... kasih sayang allah meliputi langit dan bumi.. tapi mereka tidak mau melihatnya karena membuka mata kepada yang sesuai dengan hawa nafsunya..

    info lengkap :
    silahkan lihat www.al-jaabir.com dan www.hariyanto27.wordpress.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. jazakallahu mas.. atas infonya ,, mudah-mudahan nanti bisa buat kajian kiriman mendatang

      Hapus